• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah betul-betul merealisasikan program kerjanya, kali ini melalui program Kukar Siap Kerja, Bupati Kukar Edi Damansyah menyerahkan 23 putra asli daerah kabuapten tersebut yang diterima kerja di Perusahaan PT Graha Prima Energy (GPE).

Penyerahan secara resmi itu dilakukan bersamaan dengan penutupan pelatihan operator DT Roda 10 dan 12 kerjasama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara dengan Lembaga Pelatihan Kerja Insan Mandiri Engineering (LPK IME) di halaman Kantor Distransnaker Kukar, Jum'at (21/07/2023).

Bupati Kukar Edi Damansyah menuturkan, Kabupaten Kukar merupakan salah satu daerah dengan potensi pertambangan yang sangat besar dan salah satu daerah dengan pemegang IUP terbanyak di Indonesia. Kondisi tersebut tentunya menjadikan Kukar salah satu daerah dengan perusahaan tambang terbanyak di Kaltim.

"Dalam operasional penambangan, salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah pengangkutan batu bara, mulai dari lokasi penggalian, sampai ke crusher. Kesemuanya menggunakan alat yaitu dump truck, yang dioperasikan oleh seorang operator. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, kemudian dijabarkan lagi melalui Permenaker Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat Dan Pesawat Angkut," terangnya.

Ia menjelaskan, pemberi Kerja wajib mempekerjakan seorang operator yang telah memiliki Lisensi K3. Untuk mendapatkan Lisensi K3 atau SIO ini, seorang Operator harus mengikuti pelatihan / training sebagai operator pesawat angkat angkut jenis dump truck. Hal ini sangat penting dan wajib ditaati, mengingat bahwa kondisi tempat kerja serta peralatan yang digunakan merupakan sumber bahaya berpotensi tinggi. Oleh karena itu, harus dioperasikan oleh seseorang yang telah memiliki kewenangan serta keahlian untuk mengoperasikannya.

"Para peserta telah mengikuti pelatihan operator ini selama 19 hari. Pelatihan ini sendiri diprakarsai oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja. Tentunya ini sangat baik dan selaras dengan misi Pemkab Kutai Kartanegara untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya. Terutama kepada para peserta pelatihan yang akan mengikuti program on the job training di PT.Graha Prima Energy selama 3 bulan. Agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Pahami dan pelajari dengan baik, bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya," tuturnya.

Ia mengatakan, hal ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai moral yang baik, agar benar-benar siap masuk ke dunia kerja yang penuh dengan tantangan, hambatan dan ujian. Bagaimana untuk menjadi pekerja yang taat pada aturan yang berlaku, tertib, sopan dan giat bekerja.

Perlu diingat lanjutnya, bahwa para operator ini nantinya akan mengoperasikan peralatan yang berpotensi bahaya tinggi. Sehingga harus dipastikan seorang operator harus benar-benar menguasai cara mengoperasikannya dengan aman dan benar. Dalam kondisi fisik dan emosi yang stabil, dan yang terpenting adalah memiliki kewenangan untuk mengoperasikan alat tersebut, dibuktikan dengan Lisensi K3 atau Surat Izin Operator (SIO) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan atau instansi lain yang berwenang sebagaimana dipersyaratkan dalam Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

"Pekerjaan sebagai operator memiliki resiko bahaya yang sangat tinggi. Dari aspek alat sudah sangat jelas. Dari jenis pekerjaan yang monoton, dan jam kerja yang rata-rata lebih dari 8 jam sehari. Kemudian medan yang dilalui setiap hari oleh operator juga tidak mudah. Oleh karenanya selain keterampilan dan keahlian mengoperasikan alat, juga harus diberikan pemahaman terhadap peserta diklat tentang cara kerja aman, kondisi kerja aman, dan kondisi berbahaya yang ada di tempat kerjanya. Serta character building agar nantinya mereka betul-betul siap memasuki dunia kerja," bebernya.

Edi Damansyah menambahkan, tak lupa dirinya menyampaikan terimakasih dan selamat kepada para Peserta pelatihan yang telah menyelesaikan pelatihan ini. Kiranya ilmu dan kewenangan yang telah diperoleh, dapat benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Setelah mengikuti OJT di PT. GPE ini, kiranya segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan bisa menjamin masa depannya. Dan kepada jajaran Distransnaker Kukar saya sampaikan apresiasi atas kinerjanya. Semoga kedepan juga akan diselenggarakan pelatihan untuk jenis keahlian lain, yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pekerjaan," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan
Top