• Jum'at, 23 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



ilustrasi

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang ada di Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marang Kayu mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Rp 106 juta dari usaha mengelola Perusahaan Air Minum (PAM).

Kepala Desa Prangat Selatan Sarkono mengungkapkan bahwa Bumdes yang dikembangkan disektor pengolahan air ini sudah berproduksi dari tahun 2018. Tapi pada saat itu pelanggannya belum banyak sekitar 200 pelanggan dan setiap tahun terus meningkat.

Bahkan tahun lalu juga telah ditingkatkan lagi ada sekitar 50 pelanggan untuk sambungan baru untuk pemasangan pipanisasi. Jadi sekarang pelanggannya itu diangka hampir 500 pelanggan.

Ia menyebut dari 16 RT yang ada di Desa Prangat Selatan hanya ada satu RT yang tidak teraliri air karena posisi RT tersebut jauh berada di dalam.

Bumdes kita, sampai saat ini sudah bisa menghasilkan PADes Rp 106 juta dari sektor yang paling besar yakni dari usaha PAM. Pengelolaan PAM ini kita kelola sendiri bukan dari bantuan perusahaan atau pemerintah tapi mandiri.

Sarkono juga tengah mendorong Bumdes nya untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan saat ini yang sudah menangkap kerjasama adalah dari PT PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

"Usaha dari bumdes ini terus kita kembangkan, karena setelah adanya PADes 106 juta kami sangat terbantu sekali. Dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dianggarkan dari dana pemerintah baik itu Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD), Bankeu dan bantuan RT bisa kami gunakan dari PADes tersebut." tutupnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top