• Senin, 27 Mei 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





KUKAR (KutaiRaya.com) - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) bekerja sama dengan Rumah Maggot Anggana menggelar pelatihan dan sosialisasi budidaya lalat hitam atau black soldier fly (BSF) pada sampah organik dapur dan pembuatan pupuk lindi. Pelatihan dihadiri 70 perempuan yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sungai Mariam dan Desa Sidomulyo.

Head of Communication, Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah menjelaskan bahwa program pengembangan masyarakat atau CSR yang dilakukan oleh PHSS sejalan dengan kebijakan dan strategi pelaksanaan program CSR PT Pertamina Hulu Indonesia yang meliputi operasi migas di Zona 8, Zona 9 dan Zona 10.

Elis menjelaskan, keyakinan Perusahaan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai aset terpenting dalam membangun kapasitas masyarakat.

"Harapannya pelatihan ini dapat mengantar kedua desa yang turut berpartisipasi menuju pertanian presisi dan pertanian regeneratif. Sistem pertanian merupakan manajemen pertanian yang dilakukan berdasarkan pengamatan, pengukuran, dan respons terhadap variabilitas dalam dan antar-bidang pada tanaman. Sedangkan pertanian regeneratif merupakan metode pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah bersamaan dengan melindungi sumber daya dan keanekaragaman hayati," jelas Elis.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Mariam, Nurjali, menambahkan, bahwa situasi global saat ini memaksa setiap orang untuk berinovasi dan beradaptasi menyesuaikan diri pada kondisi yang kian pelik.

"Program ini dapat menjadi contoh salah satu upaya dalam menanggulangi tantangan-tantangan tersebut di tingkat lokal, terutama dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan pangan," ujarnya.

Terpisah, Kasi Kesejahteraan Kecamatan Anggana, Wahyu, turut memberikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan oleh PHSS, dan menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Program ini merupakan wujud kolaborasi tanpa lintas sektoral, implementasi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan pihak swasta yang terjadi karena adanya kesamaan visi untuk dapat menciptakan kesejahtaraan bagi masyarakat di wilayah kerja PHSS," tutup Wahyu. (One)

Pasang Iklan
Top