• Senin, 04 Maret 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Ketua PMI Kukar Ismed

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Untuk memastikan kebutuhan darah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar terus berupaya memenuhi stok darah agar tidak terjadi kekurangan. Salah satu upayanya yaitu melalui program PMI Idaman

Adapun tujuan dari program PMI Idaman yakni untuk memenuhi stok darah dengan kerja kolaborasi. Untuk memenuhi stok darah Kabupaten, PMI Kukar lakukan strategi jemput bola untuk donor darah. Selain itu melalui kegiatan-kegiatan dari lembaga, organisasi, perusahaan hingga perangkat daerah Pemkab Kukar.

Ketua PMI Kukar, Ismed mengatakan PMI terus berusaha memenuhi ketersediaan darah yang selama ini dikeluhkan kekurangan stok darah pada saat mereka perlukan. Dan dari keluhan, masukan tersebut melalui program PMI Idaman agar ketersediaan darah di rumah sakit Kukar terpenuhi.

"Untuk stok darah dalam pekan ini dipastikan aman. Kecuali untuk darah segar yang dibutuhkan untuk trombosit. Saat ini kami telah mengantongi 126 kantong darah dari biasanya sebanyak 30-40 kantong. Karena Kukar sendiri memerlukan sekitar 15-20 kantong darah per hari." ujar Ismed, Senin (23/1/23).

Lanjut Ismed, dari 126 kantong stok darah itupun masih kekurangan, artinya dalam sebulan diperlukan 600-700 kantong darah. Belum lagi Kecamatan Kota Bangun, mereka malah sudah kerjasama dengan PMI Samarinda,

Ismed mengungkapkan dalam melakukan kegiatan donor darah PMI Kukar juga sekaligus sosialisasi kepada masyarakat. Karena banyak dari masyarakat tidak tahu dan belum pernah donor darah. Oleh karena itu perlu diedukasi dan diberi pemahaman pentingnya donor darah. Sehingga mereka dengan sukarela ingin mendonorkan darah.

"Dimana untuk Kukar sendiri cakupan dalam melakukan program PMI Idaman masih kurang. Untuk itu kita mendatangi berbagai event. Dan ini kami coba jadwalkan sampai 3 bulan kedepan dengan titik-titik pendonor yang sudah berkesinambungan. Sehingga bulan 4 bisa balik lagi, karena siklusnya memang 3 bulan bisa donor lagi. Kami terus komunikasi dengan perusahaan dan perangkat daerah kita agar terpenuhi,"ungkap Ismed. (*dri)

Pasang Iklan
Top