• Selasa, 05 Maret 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil masuk nominasi finalis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2022 tentang Kemitraan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Masyarakat Sungai Payang dari Pemerintah Pusat.

Kepala Desa Sungai Payang Rusdin mengaku tidak menyangka Bumdes Payang Sejahtera masuk dalam finalis Top 99 inovasi pelayanan publik, karena berawal dari lomba yang dilakukan oleh kabupaten Kukar.

"Waktu itu kami ikut tapi tidak melakukan input data dan tidak melengkapi data, kami kalah sebenarnya. Tapi saya malah kaget dengan teman-teman pada saat kita kalah, mereka itu justru ke Sungai Payang untuk menunjuk Sungai Payang untuk mewakili kabupaten Kukar dalam lomba inovasi tersebut." kata Rusdin kepada KutaiRaya.com beberapa waktu lalu.

Bahkan menurut Rusdin Kecamatan Loa Kulu yang mendapat juara 3, tapi tidak direkomendasikan untuk ikut tingkat nasional. Dan akhirnya pihak Desa Sungai Payang melengkapi data berupa proposal dan video kemudian dikirim ke pemerintah pusat,

"Dari 1.900 proposal lebih. Kita masuk di 160. Terus seleksi tahap kedua kita masuk Top 99. Dan saat ini kami persiapan untuk menuju ke Top 45 mudah-mudahan bisa. Dan juga dalam akhir bulan ini kita di undang ke Jakarta untuk mempresentasikan proposal kita." ujarnya.

"Harapan kami kedepanya, bagaimana Bumdes ini lebih terorganisir, Sumber Daya Manusia (SDM) nya bisa diperkuat lagi untuk bersaing terus dilevel nasional. Sehingga bisa mengharumkan nama Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu dan Kabupaten Kukar syukur-syukur Kaltim." jelasnya.

Sementara itu Direktur Bumdes Payang Sejahtera Supiani menjelaskan Bumdes Payang Sejahtera di bangun pada 2013, dengan memiliki 6 unit usaha yakni pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS), jasa perantara pengelolaan BBM, jasa pengelolaan Brilink, jasa pengelolaan dan pengawasan settling pond (kolam pengendapan tambang), pengangkutan CPO dan kompos.

"Alhamdulilah untuk angkutan buah sawit berjalan setiap harinya itu 7 unit, dari total 30 mobil angkutan. Kita juga menyiapkan angkutan karyawan tambang, yaitu mobil minibus namun bukan aset bumdes." sebutnya.

Kemudian ada catering makanan, setiap hari targetnya juga ke perusahaan tambang. Kebetulan Desa Sungai Payang di kelilingi pertambangan jadi bekerjasama dapat catering sekitar 1000 bungkus lebih setiap harinya. Bumdes juga berdayakan ibu-ibu yang mengelola dengan karyawan sekitar 10 sampai 12 orang. Dan sebanyak 104 orang menjadi tenaga mencuci pakaian karyawan di mes perusahaan.

"Tujuan dan maksudnya Bumdes sesuai AD/ART yaitu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berusaha. Jadi kami lebih banyak pemberdayaan kepada masyarakat. Dan kehadiran Bumdes kami bukan pesaing usaha di masyarakat tetapi mitra masyarakat untuk sama-sama bisa lebih maju lagi berusaha. Jumlah masyarakat yang diberdayakan sebanyak 250 orang," terangnya.

Supiani menyebut omzet Bumdes pada 2021 lalu, omzet secara keseluruhan yang didapatkan BUMDes mencapai Rp 14 miliar. Sedangkan laba atau keuntungan bersihnya sekitar Rp 600 sampai 700 juta. Dia menargetkan tahun ini, omzet yang didapatkan Rp 20 miliar dengan keuntungan bersih Rp 1,5 miliar.

"Awalnya kita desa sangat tertinggal, menjadi tertinggal, berkembang, saat ini jadi desa maju. Sejak 2013 sangat tertinggal, yang sudah maju sekitar 2 tahun yang lalu, saya lihat berkat partisipasi Bumdes."pungkasnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top