• Selasa, 05 Maret 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Tajudin

TENGGARONG, (KutaiRaya.com)- Penumbuhan wirausaha wirausaha baru di Kutai Kartanegara menjadi focus program Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartaneagra. Hal ini juga selaras dari program pusat.

Tidak hanya melakukan pembinaan dan mengawal munculnya wirausaha baru di Kukar, Dinas Koperasi dan UKM juga turut meningkatkan kualitas pada UMKM itu supaya naik kelas. Dari usaha mikro menjadi usaha kecil kemudian usaha menengah. Dan berlanjut pada usaha besar.

"Nah berkaitan dengan program prioritas itu saya kira sejalan aja. Khusus untuk di daerah kita mulai penumbuhan wirausaha baru sudah kita lakukan beberapa target kita kejar. Melalui pelatihan-pelatihan dan pembinaan. Selanjutnya, transformasi pelaku usaha yang informal menjadi formal." kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar Tajudin kepada KutaiRaya.com dikantor Diskopukm Selasa (26/4/2022).

Selain itu juga upaya yang dilakukan dalam rangka legalitas usaha dalam bentuk NIB. Pihaknya telah melakukan pendampingan beberapa tahun lalu. Selain itu juga sertifikasi lebih diperkuat. Ada sertifikasi keamanan pangan, BET, Halal dan standar mutu produk.

"Khusus untuk program modal usaha. Sejak diterbitkannya Perbup No 1 2021 tentang Kredit Kukar Idaman (KKI). Sejak dilaunching Oktober 2021 lalu ini sudah berjalan. Ada beberapa pelaku usaha yang terbantu dengan adanya KKI ini." ujarnya.

Disinggung soal perkembangan program Usaha Kecil Idaman, dia menyebut tiap kecamatan sudah berjalan. Pertumbuhan koperasi sudah, peningkatan yang berizin sudah.

"Samapai sekarang dari database kami yakni 66.033 UMKM, pelaku usaha yang sudah berizin NIB kurang lebih 24.802, berarti kurang lebih 35-37%, target pusat hanya 16%, jadi kita melebihi target." jelasnya.

Tajudin menuturkan upaya yang dilakukan Diskopukm pertama legalitas, kedepannya pelaku usaha tetap punya branding sendiri. Sampai nanti setelah program kredit, pihaknya juga melakukan pembinaan dalam pemasaran produk.

"Kita berharap nanti ketika sudah merintis usaha adalah pemasaran secara digital. Secara pola ada yang menggunakan ekomos seperti Tokopedia. Ada juga yang sederhana menggunakan sosmed. Karena apabila menggunakan tokopedia di hulu, pengantarannya sulit." katanya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top