• Selasa, 05 Maret 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Hasil karya siswi prakerin SMKN 2 Tenggarong

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Di zaman yang kian maju dengan berbagai jenis model pakaian khsusnya pakaian perempuan, yang selalu akan berganti setiap tahunnya,merupakan peluang bisnis yang bagus dan menjanjikan untuk digeluti.

Peluang inilah yang difokuskan Yayasan Rumah Pelita Insan (RAPI) yang dulu bernama Rumah Karya Rita (RKR).

Yayasan Rumah Pelita Insan (RAPI) milik Ibu Rahmawaty yang terletak di Jalan KH Dewantara No 23 RT 11 Kelurahan Panji Tenggarong, bergerak dalam jasa menjahit dan juga membuka kursus menjahit bagi masyarakat umum di Kutai Kartanegara.

"Adapun yang diterima itu mulai dari busana pesta bahkan sampai busana pengantin, baju kerja, dan baju pada umumnya khusus perempuan." kata Rahmawaty kepada KutauRaya.com beberapa waktu lalu.

Rahmawaty mengatakan sudah memulai usaha ini tahun 2012 lalu, saat Ibu Rita Widiyasari menjabat sebagai Bupati Kukar dan beliau sendiri yang menginisiasi bahwa di Yayasan RAPI yang dulu bernama Rumah Karya Rita memberikan pelatihan khusus menjahit gratis, dan sudah mencetak 1.500 lebih orang dari kursus menjahit.

"Kemudian kita buka lagi pelatihan tenun doyo yang bahan-bahannya masih alami, terkadang kita membuka pelatihan tata rias, bordir sistem komputer dan tata boga. Tapi yang lebih dominan adalah menjahit, terima jasa menjahit dan khuraus menjahit." bebernya.

Diungkapkan Rahmawaty saat ini Yayasan RAPI sudah dia kelola sendiri dengan mempekerjakan tiga orang karyawan.

Untuk jasa menjahit bahan didapat dari Samarinda atau konsumen yang membawa bahan sendiri. Saat ini yang banyak dikerjakan adalah baju pesta dan pesanan baju wisuda anak SMA yang lulus.

"Harganya kami patok mulai Rp3,5 juta satu setel sampai Rp 4,5 juta tergantung dari bahan dan desain mulai dari simpel modelnya sampai yang sulit. Pengerjaan seperti gaun dibutuhkan waktu pengerjaan selama 2 hari tapi kalau untuk orang pemula biasanya waktu 5 hari paling lama sampai satu minggu." jelasnya.

Ia menyebut untuk sekarang karena masih dalam kondisi covid 19 sebulan hanya dapat menyelesaikan satu hingga dua pesanan baju, tapi dulu sebelum ada covid bisa menyelesaikan 10 pesanan baju.

KURSUS MENJAHIT

Ia menambahkan bagi masyarakat yang mau kursus bisa langsung datang ke Yayasan RAPI dengan biaya Rp 500.000 per bulan. Untuk waktu pelatihannya seminggu dua kali. Adapun tingkat pelatihannya yaitu tingkat dasar, tingkat mahir, dan tingkat trampil.

Kursus di Yayasan RAPI tidak membutuhkan waktu lama, karena pada pertemuan pertama itu itu dikenalkan ukuran, membuat model, merubah model, itu satu minggu saja prosesnya. Minggu yang kedua itu mereka sudah menggunting dan bahkan bisa menjahit.

"Saya berharap kepada masyarakat jangan takut membuka usaha ini. Karena baju perempuan memiliki banyak model busananya tidak seperti laki-laki. Dan di Yayasan RAPI menyediakan pelatihan khusus baju perempuan kalau bisa lebih banyak lagi generasi penerus yang mempelajari teknik pembuatan desain model untuk baju perempuan." harapnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini dirinya menerima anak-anak Prakerin dari SMKN 2 Tenggarong yang pada tahun 2022 ini ada 3 orang. Untuk praktek mereka dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan, di berikan mereka pembelajaran tentang bagaimana proses membuat pola, proses mengukur, menggunting dan akhirnya bisa menghasilkan sebuah baju.

Sementara Firda Sabila Nur Azizah siswi Prakerin dari SMKN 2 Tenggarong Jurusan Tekstil mengatakan sudah magang di Yayasan RAPI selama 3 minggu. Selama itu juga dirinya mendapat pembelajaran seperti membuat pola untuk membuat kebaya, belajar motong kain, dan belajar membuat baju.

Firda mengungkapkan yang prakerin di Yayasan RAPI ini ada tiga orang yang akan menjalani magang selama tiga bulan. Ia mengaku sudah bisa membuat baju, dan rencananya mau buat masker.

"Kami di Yayasan RAPI ini banyak mendapat pengalaman dan ilmu berharga, pembelajarannya pakai teknik-teknik yang belum diajarkan."katanya. (*dri)

Pasang Iklan
Top