Komisi IV DPRD Kukar Kunjungi PT Schlumberger Balikpapan

Komisi IV DPRD Kukar Kunjungi PT Schlumberger Balikpapan

Buherah saat menyampaikan penjelasan
Buherah saat menyampaikan penjelasan
Photo: ist

KutaiRaya.com - 24/07/2019 09:12 WITA
Komisi IV DPRD Kukar, Selasa (23/7/2019) melakukan kunjungan kerja ke PT Schlumberger di Balikpapan, untuk menggali program CSR dan soal tenaga kerja.

Adapun anggota Komisi IV yang melakukan kunjungan adalah Buherah, H Behman dan H Abdulrahman didampingi beberapa staf DPRD Kukar. Rombongan diterima Irna Magdala selaku Facility didampingi Budi dan Hafied Alfian selaku Employee Service di ruang konferensi Anyelir PT Schlumberger Indonesia.

Buherah mengatakan kunjungan ini selain ingin mepererat silaturahmi, juga ingin membangun komunikasi agar bisa sama-sama berkontribusi untuk suatu kemajuan suatu daerah yang dicintai ini.

"Oleh sebab itu kita secara langsung ingin menggali informasi PT Schlumberger Indonesia terkait koordinasi tentang hubungan kemasyarakatan di bidang sosial melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang telah dijalankan selama ini," katanya.

Pihaknya ingin mengubah miindset bantuan yang sifatnya sementara, menjadi program jangka panjang dan bisa bermanfaat dis semua sektor seperti pembinaan di bidang pertanian dalam arti luas, pelatihan untuk meningkatkan skill kepemudaan yang siap pakai dan mandiri dan berdaya saing.

"Kita tidak ingin CSR yang diberikan perusahaan tumpang tindih dengan apa yang diprogramkan pemerintah daerah melalui APBD, dan kita juga tidak ingin bantuan yang diberikan bersifat sementara seperti buka bersama dan DLdonasi paket sembako untuk masyarakat sekitar," tambahnya.

Menurutnya strategi pengembangan SDM perlu dilakukan di era globalisasi sekarang ini. Pengembangan SDM merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi.

Terkadang, tidak sedikit perusahaan yang menolak calon pegawai dari masyarakat sekitar karena tidak memenuhi kualifikasi yang dimaksud. Selain itu, banyak perusahaan yang dibangun, namun SDM nya tidak tersedia atau kurang akhirnya masyarakat sekitar hanya sebagai penonton dan pengangguran semakin tinggi, potensi kejahatan semakin meningkat, otomatis keamanan operasional perusahaan tergolong rawan.

"Oleh sebab itu strategi pengembangan SDM perlu dilakukan ditingkatkan bukan hanya PT. Schlumberger Indonesia saja, tapi semua perusahan yang melakukan investasi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara harus menjalankanya," ungkap Buherah.
(zul)

 
 
Copyright © 2015 KutaiRaya.com. All rights reserved