• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Bupati Kukar Edi Damansyah saat memimpin Apel Kebangsaan berlangsung di Kedaton Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kemajuan teknologi yang semakin memudahkan kita saat ini untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Bahkan hanya dengan menggunakan telepon pintar kita bisa memperoleh informasi dengan mudah tanpa adanya saringan.

Namun juga melalui media sosial ini dengan mudahnya kita diadu domba, melalui ujaran kebencian dan Hoax yang bernuansa SARA sehingga muncul konflik antar suku, konflik antar agama maupun konflik yang dilatar belakangi permasalahan lahan, tanah adat, serta kesempatan bekerja dan lain sebagainya.

Hal ini diungkapkan Bupati Kukar Edi Damansyah saat memberikan arahan dalam kegiatan Apel Kebangsaan bersama 3 Pilar Kamtibmas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Ormas se-Kabupaten Kukar, berlangsung di Kedaton Kukar, Senin (26/4/2021).

"Belum lagi ancaman nyata yang setiap saat akan bisa terjadi dan sulit untuk diprediksi saat ini, yaitu terorisme dan radikalisme serta munculnya faham-faham yang berkeinginan untuk mengganti ldeologi Pancasila. Serangan cyber dan spionase serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ini semua adalah salah satu bentuk pelemahan suatu bangsa yang saat ini dinamakan proxy-war yang ujungnya menjadi ancaman terhadap kedaulatan negara menjadi ancaman yang komplek dan multi dimensial," ungkapnya.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, Kabupaten Kukar adalah miniatur Indonesia, paling tidak ada 22 suku besar yang ada di daerah kita, dengan beragam etnis yang karakteristiknya bisa saja berbeda, maka ini perlu terus dipelihara, dikembangkan dan dibina secara berkesinambungan dan terprogram untuk dapat menjamin kondisi kondusif dalam pelaksanaan pembangunan di daerah kita. Dalam perspektif kemajemukan, bahwa upaya pemeliharaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa merupakan bagian terpenting bagi masyarakat Kutai Kartanegara yang bersifat heterogen.

Melalui pelaksanaan Apel Kebangsaan pagi ini lanjutnya, mari kita tanamkan dalam relung hati bersama sebagai anak bangsa beberapa hal yakni, pertama mari kita jaga dan pertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, kedua sebagai anak bangsa dapat melaksanakan UUD 1945 dalam perspektif dan peran pekerjaan kita masing-masing.

"Kemudian bersama menjaga toleransi dengan menjunjung tinggi Kebhinekaan dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI, dan menolak penyebaran faham radikalisme dan fanatisme dalam beragama yang menyebabkan perpecahan dan perseteruan antar umat beragama," sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting menambahkan, kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kebhinekaan, menjaga persatuan dan kesatuan. Dimana masyarakat Kukar disini terdiri dari berbagai macam suku, maka harus kita ingatkan kembali.

"Dan saat ini banyak hoax maupun permasalahan yang membawa kepada suku agama maupun adat tertentu, sehingga ini perlu kita samakan persepsi, sehingga situasi Kamtibnas di wilayah Kukar dapat terjalin. Dan saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kukar khususnya, untuk senantiasa menjaga situasi Kamtibmas agar bisa menjaga berita atau menyaring Informasi, baik itu di medsos maupun media elektronik dan media lainya, agar tidak gampang terprovokasi, dan sama-sama senantiasa menjaga keamanan Kukar," harapnya.

Terpisah, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin berharap, untuk masalah umat beragama dan suku bangsa yang ada di Kukar, maka kita harus menyatukan visi misi kita kedepan. (One)

Pasang Iklan
Top