• Rabu, 05 Oktober 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Kepala Disdukcapil Muhamad Iryanto.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan upaya pemutahiran Data Kependudukan Berkelanjutan (DKB), untuk mengurangi golput pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Kepala Disdukcapil Muhamad Iryanto mengatakan fase pemutahiran Data Kependudukan Berkelanjutan itu adalah kerja intinya Dukcapil. Beberapa hari lalu Disdukcapil mengikuti Rapat Koordinasi Daerah Rakorda (Rakorda) terkait pemutahiran DKB,

Artinya sekmennya jelas khusus untuk pemilih. Kalau pemilih otomatis usia 17 tahun ke atas atau belum 17 tapi sudah menikah, dan memiliki hak pilih..

Dikatakan Iryanto, pemutahiran DKB ini sangat berpengaruh terhadap partisipasi pemilih, mengurangi tingginya golput. Karena tingginya golput itu bukan hanya pemilih yang bener-bener hidup dapat undangan pemilu, orang meninggal tapi masuk Data Pemilih Tetap (DPT) kemudian tidak milih dia jadi golput.

"Jadi target kami di semester 2 tahun 2022 nanti itu W e-KTP (Wjib KTP Elektronik) targetnya itu 99,2 persen. Saat ini kita tinggal 6000 yang belum, insyallah tercapai itu." ungkap Iryanto kepada KutaiRaya.com Selasa (9/8/22) diruang kerjanya.

Iryanto mengungkapkan pada pemutahiran DKB ini ada beberapa kendal kendala, seperti pemutahiran orang yang sudah meninggal. Tapi kendala tersebut udah dilakukan beberapa cara, baik pelayanan secara tatap muka, kemudian jemput bola ke lapangan desa dan kecamatan secara periodik.

"Bahkan kita sudah menyiapkan layanan online untuk pelapor kematian, kita juga siapkan aplikasi kematian berbasis RT. Cuman karena RT nya harus dilatih jadi butuh waktu. Nah menutup kekurangan itu pemutahiran data kependudukan terkait dengan pemilu ini, kita bangun kerjasama dengan pihak desa dan kelurahan. Jadi nanti ada petugas yang ditunjuk oleh kepala desa atau lurah jadi penghubung dukcapil." ujarnya.

Sambung Iryanto, jadi warga yang kesulitan mengurus apapun termasuk kematian bisa lewat kelurahan atau petugas desa, dan itu sudah jalan. Sebagai contoh kelurahan melayu melakukan penyisiran warga yang sudah meninggal didalam DPT pemilih tahun lalu itu dipastikan sudah memiliki akta kematian. Sehingga data itu nanti menjadi data matang ke KPU sebagai penyelenggara pemilu.

"Data terakhir sudah mencapai 98,77 persen pada minggu lalu. Nah kalau target 99,2 persen maka tinggal 0,34 persen lagi. Insyallah pemutahiran setiap semester itu tercapai. Sehingga nanti mudah-mudahan Kukar untuk data pemilihannya lebih berkualitas dari pemilu sebelumnya." jelasnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top