• Kamis, 11 Agustus 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara






TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sejak diberlakukannya program asimilasi di rumah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang kemudian diperpanjang kembali melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-73.PK.05.09 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Jangka Waktu Pemberlakuan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak Pidana Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 tanggal 13 Juni 2022. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong, Rabu (6/7) membebaskan sebanyak 38 napi.

Proses pembebasan ini langsung dipimpin oleh Agus Dwirijanto, Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong yang bertempat di lapangan lapas.

"Sampai dengan Juli 2022, sudah 147 napi telah kami bebaskan karena mendapatkan program asimilasi dirumah", ujarnya.

Jumlah tersebut terbanyak dalam pelaksanaan asimilasi di rumah untuk Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.

Dalam prosesnya Lapas Kelas II A Tenggarong bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Samarinda dalam proses assesment atau penyusunan penelitian kemasyarakatan (litmas) dan pengawasan nya. Selain itu juga mengoptimalkan peran wali pemasyarakatan yang ada di Lapas Kelas II A Tenggarong.

"Hal ini saya lakukan karena tidak ingin WBP sekedar mendapatkan hak nya saja melainkan ada kewajiban yang juga harus terpenuhi selama menjadi WBP", imbuh Agus Dwirijanto

Dalam sambutannya, Agus Dwirijanto menegaskan bahwa asimilasi yang diperoleh oleh WBP agar dimanfaatkan sebaik mungkin dan jangan sampai mengulangi pelanggaran hukum lagi.

"Karena jika hal tersebut terjadi, program asimilasi nya akan dicabut dan akan dikembalikan ke lapas", ungkap Agus Dwirijanto dalam sambutannya.

Agus Dwirijanto menambahkan bahwa seluruh proses pengusulan program asimilasi ini tidak dipungut biaya dan pihaknya akan menindak tegas jika dikemudian hari mendapatkan laporan adanya pungutan liar (pungli) dalam program ini.

"Masyarakat dapat melaporkan aduan atau informasi ini langsung ke kontak saya maupun unit Layanan pengaduan yang tertera", tutupnya. (One)

Pasang Iklan
Top