• Kamis, 11 Agustus 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kepala Desa Manunggal Daya Mas’ud)


KUKAR (KutaiRaya.com) - Guna memaksimalkan peran BUMDes menjadi lokomotif untuk mengerakkan roda perekonomian perdesaan. Desa Manunggal Daya Kecamatan Sebulu Kukar bakal mengaktifkan kembali BUMDes yang sempat vakum.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Manunggal Daya Mas’ud kepada awak media belum lama ini.

Mas'ud mengatakan, sebenarnya sebelum dirinya menjabat Kades itu pernah ada BUMDes yang dimiliki Desa Manunggal Daya dengan modal awal Rp 200 juta, tapi tidak ada kelanjutannya. Bukan untung malah semakin hilang anggarannya.

"Untuk itu kami akan aktifkan kembali BUMDes dan disarankan jangan berharap tentang honor yang banyak, memang kita meninggalkan kewajiban di rumah, sedikit banyak kita pertimbangkan untuk ongkosnya itu atau upahnya untuk yang mengelola BUMDes," ungkap Mas'ud.

Mas'ud mengaku, pihaknya ingin tahun ini BUMDes tersebut bisa jalan lagi, namun terkendala karena pengurus yang lama tidak hadir saat dipertemukan dengan pengurus yang baru.

"Kami ingin ada pertemuan terlebih dahulu dari pengurus lama dengan pengurus baru, untuk pelimpahan semua administrasi dan lainnya sehingga kami mudah untuk melanjutkan mengelola BUMDes kedepannya, " harapnya.

Ia menambahkan, rencananya BUMDes ini kedepan akan bergerak dibidang penjualan khususnya keperluan masyarakat, tahap awal kita fokus ke layanan penjualan gas elpiji dan pupuk.

"Dipilihnya pupuk karena mayoritas masyarakat kami petani maka ini sangat membantu pertanian kita. Kalau elpiji karena memang kebutuhan masyarakat untuk memasak, karena selama ini disini untuk elpiji yang ada jatahnya dari Kutim bukan Kukar. Karena tujuannya membutuhkan transport dan biaya yang besar maka ditampung disini," terangnya.

Untuk jumlah penduduk, Mas'ud menjelaskan penduduk di Desa Manunggal Daya ada sekitar 5.600 jiwa, dan mata pencaharian utama masyarakat dibidang pertanian. Karena potensi pertanian di Manunggal Daya luar biasa, panen bisa 2 kali setahun kemudian ada hortikultura seperti cabe ,tomat dan pepaya.

"Alhamdulillah juga dengan adanya pemerintah mensupport untuk jalan usaha tani sehingga petani kita semakin semangat untuk bertani," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top