• Kamis, 11 Agustus 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



kegiatan ngapeh hambat Pemkab Kukar

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan mempersiapkan progrom kegiatan untuk percepatan lumbung pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah pada acara Ngapeh Hambat yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Senin (27/6/2022) pagi.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan bahwa sudah terbuka semua datanya baik itu eksesting Dinas Pertanian dengan infrastruktur pertanian di Pekerjaan Umum (PU), nanti akan disinergikan lagi. Siang ini masih lanjut untuk memastikan blue printnya ketahanan pangan di Kukar, Distanak berbuat apa, Disbun, DPK dan ketahanan dan PU.

Disinggung soal Kukar bisa menjadi lumbung pangan di IKN, Edi mengungkapkan sebetulnya bekerja dulu, kalau nanti berhasil menyediakan kebutuhan pokok yang ada di Kaltim.

"Yang saya sampaikan, kita sudah dapat panji penghargaan pembangunan ketahanan pangan yang diberikan Gubernur Kaltim, program pertanian hortikultura. Artinya berbicara ketahanan pangan salah satu sumbernya di Kukar."ucap Edi Senin (27/6/2022).

Kukar mempersiapkan konsepnya lagi supaya kerjanya bisa fokus. Hampir rata-rata pertanian itu tadah hujan,.

"Itukan persoalanya perairan makanya ada program pembangunan embung skala kecil dan menengah serta saluran irigasi. Jadi fokus kerjanya. Persiapan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023."ujarnya.

Sambung Edi, Artinya ada IKN atau tidak ada IKN Kukar tetap membangun pertanian karena kebutuham pokok, kalau sekarang kurang lebih 42 persen di Kaltim itu dari Kukar. Begitu juga dengan hortiknya, artinya Kukar persiapkan lebih besar lagi. Nanti IKN terwujud sehingga berasnya sudah terpenuhi dari dalam jangan sampai peluang IKN ini orang luar yang mengambil.

"Untuk luas lahan kita ada 5 kawasan, luasya kurang lehih 8 ribu hektar lebih, eksestingnya sudah tinggal penguatannya aja. Misalnya ada titik kawasan selama ini di kelola manual kita siapkan untuk mekanisasi." jelasnya.

Edi menjelaskan pertanian modern itu berkaitan dengan teknologinya, kawasanya ada kemudian di kelola dengan manajemen, ekosistem hulu dan hilirnya terbangun. Tidak hanya berbicara pada bagaimana peningkatan produksinya tetapi juga pasarnya juga sudah tertuang di konsep itu, jadi satu kesatuan.

"Misalnya pertanian, sawah, hortik, peternakan disitu, perkebunan juga disitu. Tinggal kita penguatan. Kalau kita bicara perkebunan karet berada di Marangkayu, tapi itu dipadukan juga hortik dan karetnya. Target lumbung pangan kita paling tidak 2024 sudah kelihatan peningkatan produktivitasnya, perbaikan manajemennya, pemenuhan sarana prasarananya."terangnya.

Sementara Kepala Distanak Kukar Sutikno menambahkan Hampir 50 persen beras Kaltim berasal dari Kukar. Dan jika Kukar menjadi sentra lumbung produksi tentu bisa. Untuk mencapai itu sasaran target yakni menjadi Indeks Pertanaman (IP) 300 yaitu 3 kali musim tanam. Hal ini bisa terpenuhi apabila salah satu faktor adalah perbaikan jaringan irigasi Irigasi, jalan usaha tani, dan embung.

"Alhamdulilah tahun ini Distanak membangun 14 embung kecil dengan ukuran 25 x 50 meter, kalau embung yang besar adalah tanggung jawab Dinas PU. Dan upaya ini dilakukan agar Kukar bisa menjadi lumbung pangan di Kaltim." pungkasnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top