• Kamis, 07 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tahun 2022 tentang penyelenggaraan capaian imunisasi global menurun dari 86 persen pada 2019 menjadi 83 persen pada tahun 2020.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Advokasi dan Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) lintas sektor tahun 2022. Bertempat di Hotel Grand Elty Singasana Tenggarong, Kamis (19/5/2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekertaris Daerah Kukar Sunggono, turut hadir perwakilan Dandim 0906 Tenggarong, Perwakilan Kapolres, Kepala Dinas Kesehatan dr Martina Yulianti, ketua MUI Abdul Hanan, serta Kepala UPTD Puskesmas yang ada di Tenggarong.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar ketertinggalan cakupan dasar lengkap dan imunisasi lanjutan lengkap bisa tercapai dalam satu bulan ini, supaya tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang tidak bisa di imunisasi atau susah dicegah.

Sekda Kukar Sunggono menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dukungan dan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan dalam pembangunan kesehatan selama ini.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah ini sering kita dengar namun terkadang sering juga terlupakan, sehingga upaya kita untuk mencegah terjadinya penyakit belum dapat optimal." ungkap Sunggono Kamis (19/5/2022).

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan untuk melindungi masyarakat dari tertular penyakit.

Mengingat pentingnya upaya pencegahan ini maka imunisasi termasuk menjadi program nasional, yang artinya adalah imunisasi diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

"Dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir selama pandemi COVID-19, secara umum terjadi penurunan cakupan vaksinasi rutin dasar dan lanjutan di Indonesia." ujarnya.

Menyikapi hal tersebut maka dilakukan percepatan pemberian vaksinasi tambahan melalui Etam Bisa, maka dalam kegiatan BIAN ini, Sunggono mengharapkan semua stakholder betulungan terutama untuk mensosialisasikan kepada seluruh pihak yang menjadi sasaran kegiatan BIAN.

"Dengan dukungan semua pihak, baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga tingkat Desa dan Kelurahan, saya berharap semoga semua target yang diberikan dapat kita capai semaksimal mungkin."jelas Sunggono.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kukar dr Martina Yulianti mengatakan di tahun 2020 jumlah anak yang imunisasinya tidak lengkap ada 3,4 juta. Sedangkan ada komitmen global terhadap eliminasi campak dan rubela tahun 2023. Dan dengan kondisi covid kurangnya cakupan vaksinasi yang lain, maka sebagaian besar provinsi sudah dengan resiko status tinggi atau sangat tinggi terhadap campak dan rubela.

"Jadi dikhawatirkan terjadi KLB dan di beberapa tempat sudah diketahui ada KLB campak dan rubela, oleh sebab itu dilaksanakan BIAN ini." ucap dr Yuli.

Diharapkan semua stakholder melaksanakan imunisasi dalam satu bulan penuh terhadap campak dan rubela serta imunisasi lain yang masuk kategori imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan lengkap. (*dri)

Pasang Iklan
Top