• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



David Haka

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pagelaran TIFAF (Tenggarong International Folk Art Festival) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) pada bulan Juli 2022 mendatang, akan digelar secara online dan offline (Hybrid).

TIFAF yang dulunya bernama EFAF (Erau Folk Art Festival) yang digelar bersamaan dengan acara Erau. Namun kini setelah berubah menjadi TIFAF, pagelaran tersebut dilaksanakan setiap tahun pada bulan Juli, dan telah dilaksanakan selama 7 kali. Dan terakhir ada pada 2019 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kukar Slamet Hadiraharjo melalui Kabid Ekonomi Kreatif David Haka mengatakan TIFAF ini diselenggarakan dengan tujuan mengembangkan dan mengenalkan seni budaya sebagai identitas bangsa.

"Jadi melalui event ini diharapkan menjadikan daya tarik wisatawan, baik nasional maupun mancanegara untuk datang ke Kukar. Dengan menampilkan para pelaku seni musik, tarian adat istiadat maupun tradisi unik yang akan menjadi ikonik di tanah air maupun dunia." David kepada KutaiRaya.com Rabu (18/5/2022).

Dikatakan David di tahun 2022 ini TIFAF konsepnya diubah. Dan di Januari telah masuk surat dari Kemenparekraf RI meminta event apa yang menjadi unggulan Pemda, terutama Dispar. Untuk masuk dalam kalender event nasional, yakni Kharisma Event Nusantara (KEN).

"Event itu dikurasi dari berapa ratus daerah masuklah event terbaik, terkait dengan konsep eventnya seperti apa, siapa yang teelibat, outputnya apa, basenya budaya, modern, apakah ramah lingkungan. Jadi ada nilai ekonomisnya, maka saya buat ini." ujarnya.

David mengungkapkan visi misi event ini intinya dirubah dengan konsep event seni nusantara. Jadi dibalik yang dulunya luar negeri, kini memperkenalkan seni nusantara untuk dunia.

"Makanya tema event TIFAF ini Festival Seni Nusantara Untuk Dunia, selaras dengan nama IKN yang telah ditetapkan presiden. Oleh karena itu event ini masuk dalam seleksi event-event daerah lain sebanyak 300. Dengan harapan bisa dikenal 10 tahun kedepan." ungkapnya.

Ia menyebut visi misi event ini sebagai salah satu ikon guna mengangkat budaya masing-masing daerah ke kancah nasional, mendukung program dedikasi Bupati dan Wabup, yakni K3F, memberikan dampak pergerakan ekonomi masyarakat Kukar, menunjukkan perputaran ekonomi.

"Untuk pelaksanaan event akan diselenggarakan selama lima hari, dari tanggal 20-25 Juli 2022, secara offline dan online (Hybrid). Jadi tampilan talent dari mancanegara dilakukan secara streaming atau video taping, yang akan diatur durasinya." jelasnya.

Target jumlah pengunjung itu diperkirakan mencapai 5000 pengunjung di masing-masing venu yaitu Amphi Theater, Stadion Rondong Demang, Lapangan Basket, dan Taman Kota Raja. Nantinya TIFAF akan dibuka pada tanggal 20 di Taman Kota Raja.

Dungkapakan David, adapun rangkaian event TIFAF antara lain Welcome Dinner, Kirab Budaya, Pentas seni dan budaya, Expo UMKM, Komunitas, OPD, Swasta, Parade Tari Nusantara (Tampilan seluruh peserta kontingen atau talent), City tour wisata kontingen, dan Closing Ceremony.

"Sementara peserta yang akan mengikuti TIFAF kita mengundang 10 Kabupaten atau Kota di Kalimantan Timur, 18 Kecamatan di Wilayah Kukar, 15 Provinsi, serta 6 negara peserta mancanegara. Nantinya masing-masing peserta itu dibatasi minimal 10 orang."terangnya.

"Dengan konsep dibuat ini, kami berharap semoga pagelaran TIFAF nantinya berjalan dengan sukses dan lancar." pungkasnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top