• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Mastukah

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini fokus pada program percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Peraturan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Sekertaris DP2KB Kukar Mastukhah mengatakan pecagahan stunting ini salah satu program DP2KB yang saat ini difokuskan, karena stunting ini kaitannya banyak, tidak hanya satu bidang saja tapi perlu kolaborasi semua stakeholder dalam percepatan penurunan stunting.

"Dalam Program stunting itu kami ada tim pendamping keluarga (TPK). Jadi TPK itu masif ada di semua desa, dimana satu desa itu ada tiga tim TPK yaitu bidan, kader KB, dan kader PKK jumlahnya ada 477 tim terdiri dari 1431 personil." kata Mastukhah kepada KutaiRaya.com Selasa (10/5/2022).

Mastukhah menyebut yang menjadi sasaran program ini adalah ibu hamil, anak usia dibawah dia tahun (baduta) , calon pengantin, dan pasca melahirkan. Namun saat ini yang menjadi sasaran utama adalah calon keluarga atau pengantin.

Lanjutnya, dengan adanya program ini untuk meminimalisir potensi stunting, Calon pengantin nanti akan didampingi TPK yang ada di desa, dan pendampingan itu bisa langsung dan lewat aplikasi Elsimil.

Aplikasi Elsimil, setiap calon pengantin wajib membuka aplikasi tersebut karena disitu ada kriteria dan pertanyaan yang bisa menentukan beresiko atau tidaknya mereka nanti melahirkan anaknya. Seperti tinggi badanya, berat badan, lingkar lengan, lingkar perut, HB nya.

"Upaya kita untuk menurunan potensi stunting itu mulai dari hulunya sampai hilir yang berpotensi menimbulkan stunting, kita cegah agar tidak terjadi stunting dan kita putus mata rantai itu." ujarnya.

Dikatakan Mastukhah kendala yang dihadapi dilapangan pasti itu ada, salah satunya di masyarakat yaitu tingkat pendidikan yang kurang, dan pemahaman masyarakat yang kurang.

"Harapanya kedepan program percepatan penurunan stunting ini tetap berjalan dan tetap kita laksanakan dengan aturan yang ada. Kemudian semua program kegiatan kita arahkan sesuai dengan aturan yang ada untuk mendukung penurunan stunting, termasuk di Kampung KB dan semuanya." tutupnya. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top