• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



dr Martina Yulianti


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) dr Martina Yulianti menyampaikan terkait hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak, kini belum ditemukan kasusnya di Kukar,

Namun Dinas Kesehatan Kukar telah meningkatkan kewaspadaan dengan menggiatkan upaya surveillance atau pencarian kasus dan berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kutai Kartanegara.

"Kita dari Dinkes akan membuat surat kepada seluruh fasilitas penanganan kesehatan, baik itu Puskesmas dan Rumah Sakit. Agar teman-teman juga meningkatkan kewaspadaan. Jadi untuk puskesmas sendiri meningkatkan surveilance atau pencarian kasus." ujar dr Yuli Selasa (10/5/2022).

dr Yuli menyebut dalam waktu dekat akan berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan ahli-ahli seperti spesialis anak, penyakit dalam. Agar mengedukasi teman-teman yang ada di puskesmas untuk mengenali gejala-gejala hepatitis akut yang sekarang dianggap new emerging diseases. Artinya penyakit baru yang belum diketahui penyebabnya. WHO juga belum memastikan apakah virus atau bukan. Makanya disebut hepatitis akut yang belum diketahui sebabnya.

Namun lanjutnya, sebagai himbauan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan. Jadi petugas kesehatan dalam hal ini meningkatkan kewaspadaan dan surveilance pencarian kasus supaya tidak terlambat.

"Kita tau untuk hepatitis ini kalau yang biasanya akut dan memberat dengan cepat itu golongan hepatitis A. Dan itu penyebarannya melalui oral atau liur. Seperti memberikan makan ke anak tangan harus bersih, cuci tangan. Setelah BAB, memegang sesuatu yang kotor. Sehingga itu benar-benar harus dijaga, karena antisipasi kemungkinan penularannya dari situ."terangnya.

Dia menjelaskan secara tinjauan medis hepatitis akut ini bentuknya seperti hepatitis (radang hati). Jadi gejala yang ada seperti hepatitis, seperti kuning pada putih mata, kulit, kuku, urine berwarna coklat pekat seperti teh. Itu gambaran hepatitis.

"Cuma, ini penyebabnya apa? Karena hepatitis itu penyebabnya banyak, ada infeksi, ada yang non infeksi. Infeksi pun ada macam2, ada hepatitis A, B, C dan selanjutnya. Jadi hepatitis ini jelas, cuman apa penyebabnya. Karena ketika kita belum tau penyebabnya, maka pengobatannya pun akan susah. Seperti Covid di awalnya." ujarnya.

Sambung dr Yuli kalau penyakit hepatitis biasa menyerang anak-anak sampai dewasa. Sementara untuk hepatitis akut bisa sampai melakukan cangkok hati, seperti kasus di luar negeri. Berbedanya dengan hepatitis B itu tidak memberat dengan cepat, kalau hepatitis akut ini lebih cepat. Menularnya kemungkinan makanan ataupun tangannya.

"Untuk itu masyarakat diharapkan untuk Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, selalu mencuci tangan dengan sabun setiap akan menjamah makanan, atau pun setelah memegang sesuatu yang kotor termasuk tidak membuang popok atau pampers anak sembarangan karena sebagaimana umumnya hepatitis akut yang membarat dengan cepat menimbulkan gagal hati, penularannya bisa terjadi secara fecal-oral." pungkasnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top