• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Keramba warga Desa Sepakat.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Suharto merupakan salah satu pembudidaya Ikan Nila di Desa Sepakat Kecamatan Loa Kulu yang beberapa bulan ini mengeluhkan mahalnya harga pakan yang mencapai hampir Rp 400 ribu per karungnya.

Suharto mengaku sudah menggeluti budidaya ikan nila terutama pembibitan dan juga pembesaran mulai dari tahun 2003 sampai sekarang. Usahanya tersebut dia kelola sendiri dan tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Semoga Jaya yang terdiri dari 11 orang di Desa Sepakat.

"Jumlah keramba ikan yang saya kelola ada sekitar 60 kotak dengang rata-rata berisi 1000 ekor ikan, dan untuk kolam pembibitan ada 6 kotak dengan luas kurang lebih setengah hektar, jumlah masing-masing kolam berisi 20 ribu sampai 30 ribu ikan." kata Suharto saat dikonfirmasi KutaiRaya.com Selasa (12/4/2022).

Ia menyebutkan untuk penjualan ikan melalui pengepul yang datang langsung ke tempat keramba, dengan harga per kilogramnya antara Rp 27.000-Rp 28.000 per. Sedangkan untuk penjualan bibit dia menjual dengan harga Rp 250 per ekor yang merupakan bibit ikan nila yang berkualitas.

"Untuk harga pakan ikan nila sekarang untuk Apung per karungnya yaitu Rp 391 ribu dan ini katanya mau naik lagi" ujarnya.

"Yang jelas harapan kita membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan hasil perikanan, dan kalau bisa dikumpulkan semua kelompok perikanan yang dimentori Dinas Perikanan agar perikanan ini semakin maju dan tidak ada gangguan masalah harga." harpnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Muslik mengatakan kalau harga pakan dengan kondisi yang seperti ini memang cenderung naik.

"Biasanya kandungan bahan pakan masih banyak diimpor yang menyebabkan kenaikan harga pakan. Memang disadari pakan merupakan komponen produksi yang paling besar dalam budidaya keramba ikan." tuturnya.

Muslik menyebut dari pemerintah sudah berupaya untuk mengatasi mahalnya harga pakan dengan melakukan program pakan mandiri. Menyadari hal tersebut sudah jauh-jauh hari sudah pihaknya susun rencana strategis terkait program pakan mandiri.

Didaerah Loa Kuku sudah ada beberapa yang diberikan bantuan alat pembuatan pakan, walaupun sejauh ini belum efektif. Tapi tetap dilakukan pelatihan kepada Pokdakan dalam pembuatan pakan ikan.

"Contohnya Pokdakan Mutiara Borneo di Loa Kulu Kota yang sudah mendapatkan bantuan alat pembuatan pakan ikan, itu salah satu dari upaya kita untuk mengatasi pakan terkait budidaya ikan." jelasnya.

Muslik mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan oservasi terkait kenaikan pakan itu yang naik terus harganya hampir 400 ribu. Dan pemerintah juga melakukan pembinaan kepada Pokdakan namun belum semuanya tersentuh pembinaan tersebut.

"Dan dalam waktu dekat ini kami akan mengundang seluruh kelompok perikanan untuk berdiskusi bagaimana pola kemitraan, sehingga pengusaha ikan yang besar itu tidak menjatuhkan pengusaha yang kecil, sementara disfarietas harga di mereka terjadi." tutup Muslik. (*dri)

Pasang Iklan
Top