• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Guna mengetahui sejauh mana perkembangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Kukar, Komisi IV DPRD Kukar yang juga membidangi pendidikan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait, berlangsung di Ruang Rapat Komisi IV, Kamis (31/3/2022).

RDP tersebut dipimpin anggota Komisi IV Saparuddin Pabonglean didampingi Khoirul Mashuri, dihadiri perwakilan Disdik Kukar dan SKB se-Kukar.

Anggota Komisi IV DPRD Kukar Saparuddin Pabonglean mengatakan, dalam RDP tersebut kami mengundang beberapa pihak terkait, seperti dari Dinas Pendidikan Kukar, BKPSDM serta dari SKB.

Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa ada 3 permasalahan yang disampaikan dalam RDP tersebut, pertama terkait dengan kekurangan guru pamong dan tutor yang memiliki kompetensi spesifik pada SKB.

Kedua, terkait dengan insentif bagi para pamong dan juga tutor yang sangat jauh dibanding dengan guru, padahal tugasnya kurang lebih sama.

"Sebagai gambaran, untuk honor pamong yang mereka dapatkan selama ini setiap bulan kurang lebih sekitar Rp 1,7 juta, jadi mereka minta perhatian juga dari pemerintah," ungkap Saparuddin.

Ketiga lanjutnya, terkait dengan masalah Plt di beberapa SKPD yang belum di definitifkan, padahal sejak tahun 2017 sudah Plt, tentu karena alasan dari BPKSDM terkait dengan persyaratan khusus misalnya pendidikan, ini terkendala karena pergantian beberapa Kepala Dinas.

"Terakhir masalah anggaran, karena selama ini sangat minim khususnya untuk SKB, besarannya sangat jauh sekali dibandingkan dengan pendidikan secara umum. Ini yang diharapkan kedepannya agar Komisi IV DPRD kukar bisa membantu mengkomunikasikan dengan pihak terkait," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan
Top