• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Jembatan penyeberangan di Kecamatan Sebulu telah direncanakan sejak tahun 2012 silam, tentunya dengan adanya jembatan ini akan menghasilkan efek ekonomi ditengah masyarakat.

Hal ini diungkapkan Camat Sebulu Edy Fahruddin saat dikonfirmasi, Rabu (23/3/2022).

"Bahkan apabila jembatan ini rampung, untuk kawasan dibawah jembatan dapat menjadi wilayah pergudangan, dan efeknya juga sangat luar biasa bagi masyarakat khususnya di Kecamatan Sebulu," ungkap Edy Fahruddin.

Edy Fahruddin menjelaskan, jembatan Sebulu ini telah direncanakan sejak tahun 2012 silam dan termasuk kategori proyek nasional. Karena dari informasi yang dirinya dapat sumber dana dibagi dua. Yakni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

"Informasi pertama anggarannya sebesar Rp 400 Miliar lebih, dengan tahapan kedua bentangan jembatan 800 Miliar. Jadi total sekitar Rp 1 Triliun lebih, dan proses pembangunan ini juga sudah dikaji urgensinya oleh Dinas PU Kukar dan juga analisis dampaknya, karena jembatan ini nantinya akan menghubungkan Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat. Karena dapat dilalui melalui jalur perusahaan hingga jarak dari Kukar ke Kubar lebih dekat. Tinggal bangun jalan rayanya saja dilakukan perbaikan," paparnya.

Saat disinggung respon masyarakat Sebulu terkait jembatan ini, Edy mengaku respon masyarakat Sebulu juga sangat menantikan. Sebab dari dulu hal ini pernah dibicarakan akan menjadi ikon Kecamatan. Sejak tahun 2012 sudah ada wacananya, tetapi masih belum ada proses matangnya. Tapi saya rasa syarat yang diperlukan sudah lengkap semua.

"Untuk lokasi tepatnya jembatan berada di Dusun Serbaya, Desa Sebulu Modern, bentangannya sudah ada dan ukuran sudah pas. Dan Kecamatan Sebulu memang telah ditetapkan sebagai pilihan dari tiga lokasi yang direncanakan Pemkab Kukar. Dan itu juga melalui beberapa metode seperti jika melewati jembatan harus bayar. Tetapi sumber dana, informasinya selama berapa tahun akan balik," terangnya.

Ia mengatakan, dari dulu sampai saat ini, mayoritas masyarakat Sebulu maupun luar daerah untuk transportasinya menggunakan kapal penyebrangan feri. Sama halnya dengan masyarakat yang ekonominya terpaku dalam usaha feri tersebut, maka mau tidak mau mereka akan bergeser ke desa lain yang memerlukan penyebrangan juga.

"Karena saat ini dengan tarif penyebrangan yang beragam tiap harinya kendaraan melewati, mulai dari Roda 4 Rp 15-20 Ribu dan Roda 2 Rp 5 Ribh. Luar biasa, mungkin sehari bisa dihitung dari keluar masuk di Kecamatan Sebulu banyak yang lewat lintasnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wisnu Wardhana menuturkan, bahwa jembatan Sebulu ini masih dalam tahap studi kelayakan proyek, tetapi masih belum menyeluruh. Sehingga masih belum lengkap. Tetapi dirinya memastikan untuk prosesnya saat ini telah mencapai tahap Detail Engineering Design (DED) beserta Rencana Anggaran Belanja.

"Ada tiga lokasi alternatif. Ada yang panjang, ada yang kecil. Jadi dibatasin. Untuk tipe jembatannya diperkirakan akan sama seperti Jembatan Kota Bangun yang berukuran kecil. Yakni tipe Jembatan Gantung," katanya.

Wisnu menambahkan, bahwa fungsi jembatan ini nantinya akan berfungsi vital bagi masyarakat Kukar. Oleh karena itu, selain jembatan yang akan membentang, seiringnya akan di bangun juga jalan raya antar Kecamatan dan juga Kabupaten Kutim.

"Jika IKN sudah berjalan maka otomatis mobilitas perpindahan masyarakat banyak. Jadi harus cepat diantisipasi dengan volume kendaraan maupun manusia yang akan meningkat. Jadi kita akan membuka daerah-daerah yang dikoneksikan, baik itu ke arah Kabupaten ataupun Kecamatan," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top