• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - KH. Zhofarudin atau yang biasa dipanggil Guru Udin menyampaikan tentang pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang pertama kali dihisab nanti adalah sholat dan juga yang terpenting adalah sholat lah sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW," ujarnya

Pesan ini beliau sampaikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong pada peringatan isro mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan Lapas Kelas II A Tenggarong Sabtu (19/3/2022) inu dimulai sejak pukul 09.00 wita yang di awali dengan pemberian hadiah lomba sambut isro mi'raj yang terdiri dari lomba adzan, tahsinul dan tahfidzul Qur'an bagi WBP.

Agus Dwirijanto, Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong dalam sambutannya di hadapan WBP, petugas dan undangan yang hadir menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Guru Udin sebagai penceramah pada kegiatan ini.

"Sesuai dengan tema kegiatan ini yakni Aktualisasi Ibadah Sholat Menuju Insan yang Bertakwa, dapat dimaknai sungguh-sungguh dan tidak hanya sebagai simbol saja," ujarnya.

Guru Udin juga mempraktikkan gerakan sholat dihadapan para jamaah serta menjelaskan nilai filosofi pada sholat itu sendiri. " Sesungguhnya gerakan sholat itu menyimbolkan sebuah nama agung yakni Ahmad yang merupakan nama lain dari Nabi Muhammad SAW," imbuhnya

Penceramah yang memiliki ciri khas menggunakan bahasa Banjar ini sesekali mengeluarkan jokes-jokes segar yang membuat jamaah tertawa lepas.

"Pian seberataan tahu kada (kalian semua tahu tidak) awalnya ibadah sholat itu berjumlah 50 waktu namun dikorting jadi 5 waktu saja. Hal itu terjadi setelah Nabi 9 kali menghadap Allah SWT," ungkapnya

Hal itu terjadi setelah Nabi. Muhammad SAW, berjumpa dengan Nabi Musa AS. Umat saya yang diperintahkan ibadah 2 waktu saja tidak sanggup apalagi sampai 50 waktu.

"Jadi kalo masih ada umat Nabi Muhammad SAW, yang masih tidak melaksanakan sholat 5 waktu, mungkin waktu ngaji mendengar jika Nabi menghadap Allah sebanyak 10 kali bukan 9 kali," ujar Guru Udin disambut gelak tawa jamaah.

Di akhir ceramahnya Guru Udin mengingatkan kepada seluruh jamaah yang hadir agar istiqomah dalam menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW serta jangan lupa menghadirkan sholawat dalam kehidupan sehari-hari. (One/Hms)

Pasang Iklan
Top