• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Menyikapi kondisi saat ini yakni kelangkaan minyak goreng di masyarakat, Komisi III DPRD Kukar langsung merespon dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait dan seluruh perusahaan sawit yang ada di Kukar.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi III Andi Faisal, didampingi anggota Komisi III lainnya seperti Sugeng Hariyadi, Sopan Sopian, Miftaul Jannah dan Jumadi, serta dihadiri Plt Kepala Disperindagkop Kukar Arfan Boma serta perwakilan Perusda KSDE, Perusahaan Sawit dan pihak terkait, berlangsung di ruang Banmus DPRD Kukar, Kamis (17/3/2022).

Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal mengatakan, dalam RDP ini setelah kita undang semua stakeholder seperti dari pelaku usaha sawit, yang punya pabrik CPO dan pemerintah daerah responnya luar biasa, bahkan teman-teman dari perusahaan siap berkontribusi dan membantu untuk meringankan beban para ibu-ibu rumah tangga, terutama saat kelangkaan minyak goreng ini dan mereka akan melaksanakan secepatnya untuk pendistribusian.

"Dari PT. Tri Tunggal juga sudah membantu di Kutai Kartanegara hampir 70.000 liter, langkah-langkah ini yang digunakan teman-teman dari perusahaan lainnya dalam pendistribusian," ungkap Andi Faisal.

Politisi Golkar ini menerangkan, untuk Pemerintah Daerah sudah ada kerjasama sekitar 444.000 liter yang siap didistribusikan di Kukar, tinggal tekhnis dan tata laksananya saja dari teman-teman Disperindagkop Kukar dan pihak Perusda KSDE, semoga pelaksanaan ini cepat terealisasi targetnya sebelum bulan Ramadhan, itu harapan kami.

"Tahapan yang terbawah harus juga dilibatkan seperti Ketua RT, Kepala Dusun dan Kepala Desa dan institusi penegak hukum Polri dan TNI, karena mereka memiliki lapisan sampai paling bawah yakni Babinkamtibmas dan Babinsa," tuturnya.

Sebenarnya lanjut Andi Faisal, pendistribusian ini sederhana, tapi apabila tidak dikelola dengan baik maka bisa beresiko, pertama kerumunan, yang kedua bisa saja dimanfaatkan oleh oknum untuk menimbun dan menjual lagi, kita ingin harganya nanti bisa stabil di masyarakat.

"Selanjutnya kami mendorong kepada Pemerintah daerah agar kita bisa membuat pabrik minyak goreng, malu kita dengan Balikpapan dan Bontang yang tidak memiliki kebun sawit tapi keduanya sudah memiliki pabrik minyak goreng," terangnya.

Terakhir dikatakan Andi Faisal, dari yang kita bahas di RDP ini mulai proses anggaran di BPKAD, kemudian dari Kabag Ekonomi dan Disperindagkop, Insya Allah dana APBD kita akan membeckup.

"Jadi ketika Disperindagkop membutuhkan anggaran untuk percepatan penanganan kelangkaan minyak goreng ini, kita tinggal menambahkan anggarannya, kita harap kelangkaan ini cepat terselesaikan," harapnya.

Ia menambahkan, dalam mendistribusikan 444.000 liter minyak goreng ini butuh transportasi mobilisasi untuk mengangkut itu, untuk pendekatannya kita rencana akan mengundang seluruh perusahaan yang ada di Kukar, entah itu perusahaan tambang, migas dan sawit, supaya ini kita kerjakan bersama, jadi harapan kami semua ada keterlibatannya, bukan hanya pemerintah daerah tapi bagaimana perusahaan di Kukar berkontribusi terhadap wilayahnya, bukan hanya mereka merusak alamnya saja tapi bisa membantu masyarakat.

"Perusahaan ini kita minta untuk pengadaan transportasinya saja, kita tidak meminta mereka membeli minyak goreng, tapi bantu kami untuk pendistribusian kepada masyarakat," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan
Top