• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kembali melakukan proses pengambilan air dan tanah di Kutai Lama yang nantinya akan disatukan dalam Kendi Nusantara yang disimpan di titik nol IKN Indonesia baru bernama Nusantara.

Proses ulang pengambilan air dan tanah ini karena harus sesuai dengan adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Hal ini diungkapkan perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Haryo Kusumo Puger, usai menerima air dan tanah yang dibawa langsung oleh Kepala Adat Kutai Lama dan Camat Anggana Rendra Abadi, di halaman Museum Mulawarman, Minggu (13/3/2022) sore.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Provinsi Kaltim yang berinisiatif untuk melakukan ini, tapi menurut kami adat istiadat sakral itu harus melalui pihak Kesultanan. Jadi kami perintahkan kepada Kepala Adat Kutai Lama untuk melakukan ritual ini yang nantinya tanah dan air ini untuk negara membangun IKN di Kaltim," ungkapnya.

Jadi lanjutnya, jangan hanya begitu saja mengambil air dan tanah itu karena ada ketentuan adatnya, maka kami serahkan kepada Kepala Adat Kutai Lama untuk melakukan itu. Dan sore ini, tanah dan air yang diambil dari Kutai Lama ini telah diserahkan kepada Menteri Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mewakili tiga pilar yakni Sulan Sulaiman, Sultan Alimuddin dan Sultan AM Parikesit.

"Nanti tanah dan air ini akan kita serahkan kepada panitia IKN Nusantara, kami keluarga besar tiga pilar bersama Sultan Aji Muhammad Arifin sangat mendukung program pemerintah pusat, baik bentuk apapun yang penting pemerintah pusat memperhatikan hak kepemilikan dan hak Ulayat daripada ahli waris ketiga pilar tersebut, jangan kami menjadi penonton saat IKN ada," harapnya.

Sementara itu, Camat Anggana Rendra Abadi menjelaskan, pada Mnggu pagi tadi kami dihubungi pihak Kesultanan agar berkordinasi dengan Ketua Adat di Kutai Lama untuk kembali mengambil air dan tanah untuk kami serahkan, dan kini sudah diterima oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dari tiga pilar.

"Siang tadi setelah sholat Dzuhur kami langsung mengambil air di Danau Cermin di Desa Kutai Lama setelah itu kami mengambil air juga di dermaga Kutai Lama di Tanjung Batu, setelah itu kami mengambil tanah disekitar makam Raja di Kutai Lama," tuturnya.

Ketika disinggung proses pengambilan air dan tanah yang sudah dilakukan Sabtu (12/3/2022) dan dilaksanakan kembali hari ini, Rendra mengaku, pihaknya kemarin dihubungi dari Provinsi Kaltim, namun saat pengambilan air dan tanah kemarin dan kami kordinasikan ulang lagi ada beberapa rangkaian yang mungkin harus lebih kita jaga lagi karena ini berkaitan dengan adat Kesultanan.

"Sehingga pada Hari ini kita melakukan kembali pengambilan air dan tanah di Kutai Lama untuk dibawa ke IKN untuk dimasukkan ke dalam Kendi Nusantara," terangnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo direncanakan berkemah dan menginap di itik nol Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada hari Senin, 14 Maret 2022.

Dalam kegiatan kemah itu, Presiden Jokowi akan melakukan ritual Kendi Nusantara bersama 33 Gubernur se-Indonesia. Para Gubernur sebelumnya sudah diinstruksikan membawa air dan tanah dari masing-masing daerah asal. Tanah dan air dari 33 Gubernur itu kemudian disatukan dalam Kendi Nusantara yang disimpan di titik nol IKN Indonesia baru bernama Nusantara tersebut.

Khusus Gubernur Kaltim Isran Noor membawa tanah dan air dari dua daerah yaitu dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser. Sebab lokasi Ibu Kota Negara baru itu sebagian di wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara dan sebagian Kesultanan Paser. Air dan tanah yang dibawa itu sebagai simbol mewakili Kesultanan di Provinsi Kaltim. (One)

Pasang Iklan
Top