• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Akhir-akhir ini masyarakat khususnya di Kutai Kartanegara banyak yang mengeluhkan terkait kelangkaan minyak goreng dan juga harganya yang mahal.

Hal ini juga ikut dirasakan oleh Kemi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Keripik Singkong di Kelurahan Panji Tenggarong.

"Sangat susah sekarang cari minyak goreng, sudah ada dua minggu susah dicari kalaupun ada itu harganya mahal bisa mencapai dua kali lipat dari harga normal." kata Kemi kepada KutaiRaya.com Kamis (10/3/2022).

Kemi mengaku sudah empat hari ini tidak jualan karena kehabisan minyak goreng. Dirinya biasa membeli minyak goreng dari toko-toko ritel yang ada di Tenggarong, Kemi menyebut sempat harganya naik tapi stok minyak gorengnya kosong , terpaksa dirinya membeli minyak goreng yang eceran dengan harga Rp 49.000 per dua liter agar tetap bisa jualan.

Lanjutnya kalaupun ada minyak itu hanya untuk pemakaian pribadi saja, tapi untuk pedagang kripik harus memerlukan minyak goreng yang cukup banyak untuk menggoreng.

"Kami berharap kepada pemerintah untuk bisa mencarikan solusi dari kelangkaan minyak goreng ini agar kami khususnya pedagang tetap bisa produksi dan bisa berjualan." ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kukar Syaid Fatulah mengatakan bahwa masalah kelangkaan minyak goreng ini adalah masalah nasional, kelangkaannya juga secara nasional langka dan mahal.

Lanjutnya tapi yang langka itu adalah minyak goreng yang bersubsidi karena dijualnya juga di tempat-tempat tertentu seperti ditoko toko modern. Sedangkan yang mahal itu adalah yang dijual oleh pedagang eceran.

"Nah barangnya ada tapi memang mahal dan dijual terbatas. Jadi panic buying itu memang terjadi. Panik dalam membeli diluar kebutuhan yang sedang terjadi dimana-mana termasuk di Kukar." ujarnya.

Ia mengungkapkan pihaknya juga sudah memantau beberapa toko dan ternyata pasokanya dari dua minggu lalu kosong, tidak ada pasokan dari distributor. Dirinya juga menanyakan di beberapa toko modern di indomaret dan eramart memang stoknya kosong karena distribusinya terbatas .

Dalam waktu dekat ini Disperindag akan melakukan sidak ke beberapa toko modern, apakah ada indikasi-indikasi penimbunan.

Ia menghimbau kepada pedagang jangan ada yang coba-coba menimbun minyak goreng, apabila ada yang terbukti menimbun makan akan dilakukan tindakan tegas.

"Dan jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, bagi ibu-ibu jangan panic buying dengan membeli dengan keadaan panik jadi belilah seauai kebutuhan. Sementara bagi pedagang disarankan untuk membeli minyak goreng curah yang harganya murah."terangnya. (*dri)

Pasang Iklan
Top