• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pada akhir tahun ini (2022) bisa menyelesaikan masalah blank spot yang di beberapa desa di Kukar yang belum tersentuh sinyal internet.

Berdasarkan RPJMD Kukar Idaman tahun 2021-2024, Diskominfo ditugaskan untuk mengatasi blank spot di 23 desa yang ada di Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kukar Ery Hariyono mengatakan, akan mengatasi 23 desa yang mengalami blank spot. Dari 23 desa itu ada 10 desa yang masuk ke program Kementerian Kominfo untuk dibangun jaringannya.

Adapun 10 desa yang masuk dalam program pusat yaitu Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Desa Long Beleh Modang di Kecamatan Kembang Janggut, Desa Benua Baru di Kota Bangun. Kemudian Desa Muara Tuboq, Desa Muara Kebaq, Desa Muara Salung, Desa Muara Tiq, Desa Umaq Dian dan Desa Umaq Tukung yang masuk di Kecamatan Tabang.

"Jadi 10 desa itu yang masuk program Kementerian Kominfo. Yang ditargetkan dari informasi pusat tagetnya sampai 2024. Mengenai kapannya kita belum bisa pastikan karena sepenuhnya kewenangan pusat,"kata Ery kepada KutaiRaya.com Senin (7/3/2022).

Ia menyebut tersisa 13 desa saja yang bakal ditangani oleh Diskominfo Kukar. Sampai saat ini empat desa sudah mendapatkan sinyal sejak tahun 2021 lalu yakni Desa Bendang Raya di Tenggarong, Desa Rantau Hempang di Muara Kaman, Desa Sukabumi di Kota Bangun dan Desa Buluk Sen di Tabang. Empat desa ini telah resmi miliki sinyal.

Lanjutnya, untuk Desa Bendang Raya sinyal dipasang di pusat pemerintahan desa dan sinyalnya sudah baik, tetapi masih ada beberapa RT yang letaknya berada di bawah lembah. Sehingga menyebabkan tidak ada sinyal.

Kemudian di Desa Buluk Sen dimana desa ini menggunakan tower milik Diskominfo dan mereka melakukan kerja sama dengan telkomsel. Pihaknya telah memasang repeater sinyal seluler di salah satu tower di sana. Sehingga memang belum bisa 100 persen memberikan sinyal untuk keseluruhan desa.

"Sasaran blank spot di desa akan menyasar di pusat pemerintahan desa. Jadi desa kan luas tidak mungkin kita atasi secara keseluruhan. Untuk itu sasaran utamanya adalah pusat pemerintahan desa dan sekelilingnya," terangnya.

Dan saat ini tinggal tersisa sembilan desa saja. Untuk sisanya telah direncakan tahun ini. Saat ini Diskominfo tengah mengumpulkan informasi dari beberapa provider. Baik itu provider tower maupun provider seluler. Karena sebagian besar kendalanya adalah listrik. Dan masih ada beberapa desa yang listriknya belum 24 jam.

Ery menyebutkan sembilan desa yang tersisa adalah Salo Cela di Muara Badak, Desa Kupang Baru di Muara Kaman, Desa Batuq, Desa Muara Aloh dan Desa Tanjung Batuq Harapan di Muara Muntai. Desa Sebelimbingan, Desa Muhuran dan Desa Wonosari, di Kota Bangun. Terakhir ada Desa Long Lalang di Tabang.

"Harapanya operator seluler bisa lebih pro aktif bekerjasama dengan Pemda, walaupun selama ini sudah bagus tapi memang harus ada terobosan terutama untuk listrik yang belum beroperasi 24 jam." tutup Ery. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top