• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Marsidik

TENGGARONG, (KutaiRaya.com), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar memerlukan tambahan armada operasional dan sebanyak 40 pos Penanggulangan Bencana (PU).

Adapun armada yang dibutuhkan adalah kendaraan operasional seperti brandweer dan power supply. Sementara untuk melayani gang sempit lebih diarahkan untuk prasarana pipanisasi atau hydran sehingga nanti transportasi lewat pipa.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kukar Marsidik kepada media Kutairaya, Selasa (1/3/2022).

Ia mengatakan untuk ketersediaan armada operasional sampai saat ini di Kukar belum mencukupi dan juga pos pemadam kebakaran baru ada 10, idealnya kalo di Kukar paling tidak harus mempunyai 40 pos yang tersebar di 18 kecamatan dan rata rata 2-3 pos per kecamatan.
Contoh di Samboja hanya memiliki 1 pos saja, seandainya terjadi kebakaran dilokasi yang jauh maka itu menjadi kesulitan dan untungnya BPBD mempunyai relawan disetiap kecamatan sehingga ketika ada kebakaran kecil bisa cepat dipadamkan.

"Untuk itu relawan dibutuhkan disetiap daerah agar selalu siap menghadapi serta menanggulangi dan siap memberikan yang terbaik pada masyarakat ketika terjadi bencana alam." kata Marsidik usai mengikuti Upacara HUT Damkar ke 103 di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar Selasa (1/3/2022).

Marsidik menyebut terkait pembentukan relawan,di Kutai Kartanegara sudah lebih awal, bahkan sekarang sudah ada 76 relawan oleh karena itu sekarang jarang terjadi kebakaran yang besar karena cepat terpadamkan karena sudah ada relawan yang membantu bahkan ada dalam Kota Tenggarong sudah ada 5 relawan.

"Jadi kita sudah bisa membentuk 76 relawan masing masing anggotanya 10 sampai 20 orang dan itu semua adalah sukarelawan tersebar di seluruh wilayah kukar dan inisiatif dari warga masyarakat. Dan kita lakukan pembinaan oleh karena itu sarana prasarana kita penuhi baik itu melalui jalur APBD maupun jalur yang lain untuk keperluan itu, karena yang pertama kita lebih tingkatkan lagi SOP kita beri SDM ditingkatkan." pungkasnya.

Ia menambahkan di tahun 2020 sampai 2021 kasus kebakaran turun cukup lumayan dari kejadian tahun 2020 itu ada 227 rumah terbakar dan di tahun 2021 turun sekitar 45 lebih, jika langkah ini diteruskan akan meminimalisir terjadinya musibah kebakaran. (*dri)

Pasang Iklan
Top