• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Anggota DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil, M.AP)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Kasus asusila seorang oknum pengajar Ponpes di Tenggarong terhadap santriwatinya mengundang keprihatinan banyak masyarakat, salah satunya anggota DPRD Kaltim dari Dapil IV Kukar Salehuddin S.Sos, S.Fil, M.AP.

Politisi Golkar ini pun berharap, pihak kepolisian terus mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Karena kasus ini sudah ditingkat penyidikan saya berharap juga kasus ini segera dituntaskan, kalau memang oknum yang dimaksud terbukti bersalah harus di ganjar sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Saleh sapaan akrabnya.

Saleh yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim inu berharap, karena kasus ini sudah viral dan beberapa media telah memberitakan, harapannya kasus ini khususnya di Kukar merupakan yang terakhir.

"Jangan sampai ada kasus yang sama lagi terjadi karena mencoreng dunia pendidikan khususnya di pondok pesantren," ungkapnya.

Ia mengaku, dari peristiwa yang terjadi bagaimana pun ini tanggung jawab kita bersama sebagai orang tua murid, sebagai pendidik juga, saya ingin ada proses sosialisasi terkait tindak kekerasan dan asusila yang akhir-akhir ini begitu marak.

"Kita juga tidak boleh determinasi pemikiran bahwa kejadian ini melulu didominasi posisinya di pondok pesantren kemudian ada asrama dan segala macamnya yang ada. Saya pikir ini harus dihilangkan, dan kasus ini harus diusut tuntas dan harus ada penguatan sosialisasi pemerintah daerah dalam hal ini OPD terkait, misalnya Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak itu juga harus maksimal termasuk juga organisasi masyarakat yang bergerak untuk melakukan proses sosialisasi sekaligus edukasi terkait meningkatnya kejadian ini, intinya kita harus bisa mengantisipasi sejak dini," kata Salehuddin.

"Karena potensi-potensi ini bisa saja terjadi, tidak hanya di pondok pesantren atau sekolah tapi juga bisa terjadi pada lingkungan terdekat kita. Biasanya yang melakukan orang dekat," tutupnya. (One)

Pasang Iklan
Top