• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Acara pelatihan manajeman kasus bagi SDM UPTD PPA dan PATBM.


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Asisten 1 Setkab Kutai Kartanegara Ahmad Taufik Hidayat membuka kegiatan pelatihan manajemen kasus Bagi Sumber Daya Manusia (SDM) UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kukar, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong. Senin (15/11/2021).

Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kukar Hj Maslianawati, Wakil Ketua TP PKK 2 Hj Yulaikah, Kepala Dinas DPPPA Aji Lina Rodiah, Pemateri dari Kalimantan Timur serta peserta.

Asisten 1 Setkab Kutai Kartanegara Ahmad Taufik Hidayat mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan yaitu untuk memberikan pemahaman terhadap OPD terkait dan aktifis perlindungan anak dalam memberikan pelayanan dan pendampingan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ia mengatakan pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara terus berkomitmen dan mendukung kegiatan pembangunan di daerah yang responsif jender, seperti peningkatan sumber daya terhadap pelayanan bagi perempuan korban kekerasan.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP2KA), Mike Hamsya Erita mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini berlangsung selama satu hari, dengan peserta berjumlah 40 orang terdiri dari 11 orang dari UPTD PPA, 4 orang dari OPD, serta 25 orang dari aktifis PTABM dari 18 kecamatan di Kukar .

Di masa pandemi ini kasus kekerasan mengalami peningkatan dari kemarin-kemarin, karena sekarang ini kasus kekerasan semakin terbuka. Karena kita memiliki UPTD sehingga mereka merasa aman dan dilindungi, ada UPTD yang mendampingi walaupun khusus itu sampai ke pengadilan akan tetap didampingi.

Ia menambahkan setiap tahunnya DPPPA memang menyelenggarakan kegiatan serupa melalui APBD. Namun, karena adanya refocusing anggaran Tahun 2021 mereka harus menunda dulu. Tapi berkat adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, kegiatan ini bisa kembali diselenggarakan seperti biasa.


"Kalau acara seperti ini kebetulan kita lakukan kegiatan ini karena ada DAK dari pusat. Ini murni dari pusat bukan APBD. Dan Alhamdulillah kita ada dana DAK masuk, jadi tetap kita lakukan tiap tahun. Setiap tahun kita selalu mengadakan seperti ini,"tutup Mike. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top