• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekda Kukar Sunggono)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Mempertimbangkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2021 dan Surat Edaran Bupati Kutai Kartanegara tanggal 8 Oktober 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, Sekda Kukar Sunggono mengeluarkan Surat Edaran Nomor : B-2073/PROKOM/PROTOKOL/065.11/10/2021 tentang evaluasi ketiga pelaksanaan Apel Pagi dan Gabungan KORPRI bagi ASN dan Non ASN dilingkungan Pemkab Kukar tertanggal 26 Oktober 2021.

Dalam Surat Edaran tersebut, Sekda Kukar Sunggono, menyampaikan Evaluasi Ketiga terkait perubahan pedoman pelaksanaan Apel Pagi bagi seluruh ASN dan Non ASN dilingkungan Pemkab Kukar, yakni apel Pagi dilaksanakan setiap hari Senin pada pukul 08.00 wita dilaksanakan secara Hybrid berupa Tatap Muka (Luring) dan Virtual (Daring) dengan pengaturan bagi Pejabat Struktural yang dalam kondisi sehat dan melaksanakan Work From Office (WFO), sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Bupati diwajibkan untuk melaksanakan Apel Pagi secara Tatap Muka (Luring) di halaman kantor masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan wajib memakai masker dan mengatur jarak barisan minimal 1 meter.

Bagi ASN dan Non ASN yang dalam kondisi sehat dan melaksanakan Work From Office (WFO) 75 %, diwajibkan untuk melaksanakan Apel Pagi secara Tatap Muka (Luring) di halaman kantor masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan wajib memakai masker dan mengatur jarak barisan minimal 1 meter. Bagi ASN dan Non ASN yang dalam kondisi sehat dan melaksanakan Work From Home (WFH) 25 %, diwajibkan untuk mengikuti Apel Pagi secara Virtual (Daring) di kediaman masing-masing dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan perangkat virtual di lapangan.

"Bagi Perangkat Daerah yang tidak memiliki halaman kantor yang mencukupi untuk pelaksanaan Apel ASN dan Non ASN maka jumlah peserta Apel disesuaikan dengan keadaan luasan halaman kantor masing masing-masing.Pakaian yang dikenakan pada saat Apel Pagi yaitu pakaian yang berlaku pada hari itu ( ASN : PDH Warna Coklat Khaki dan Non ASN : Putih Hitam ). Saat Apel Pagi berlangsung, Peserta Apel Pagi (Seluruh ASN dan Non ASN) yang hadir secara Virtual (Daring) mengikuti dengan sikap berdiri," ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Apel Gabungan se-Kabupaten Kutai Kartanegara lanjut Sunggono, dilakukan secara langsung yang dilaksanakan pada tanggal 17 di setiap bulannya pada pukul 08.00 wita secara Hybrid berupa Tatap Muka (Luring) dan Virtual (Daring) dengan pengaturan pelaksanaan Apel Gabungan KORPRI Tingkat Kabupaten Kukar dilaksanakan secara Tatap Muka (Luring) di hadiri oleh Seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator/Eselon III dan Pejabat Pengawas/Eselon IV bagi Perangkat Daerah yang berada di ibukota Kabupaten dengan mengenakan seragam KORPRI di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Kartanegara.

Pelaksanaan Apel Gabungan KORPRI pada Perangkat Daerah dilaksanakan secara Tatap Muka (Luring) di Pimpin oleh Sekretaris Perangkat Daerah dan di hadiri oleh khusus ASN yang melaksanakan Work From Office (WFO) 75 %, dengan ketentuan mengenakan seragam KORPRI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan wajib memakai masker dan mengatur jarak barisan minimal 1 meter. Pelaksanaan Apel Gabungan KORPRI pada Tingkat Kecamatan/Desa dan Kelurahan dilaksanakan secara Tatap Muka (Luring) di Pimpin oleh Camat/Kades/Lurah dan di hadiri oleh khusus ASN yang melaksanakan Work From Office (WFO) 75 %, dengan ketentuan mengenakan seragam KORPRI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan wajib memakai masker dan mengatur jarak barisan minimal 1 meter.

"Apabila tempat pelaksanaan Apel Gabungan KORPRI tidak mencukupi maka Jumlah Peserta Apel Gabungan KORPRI disesuaikan dengan kapasitas halaman kantor masing masing," tuturnya.

Sunggono mengatakan, untuk teknis pelaksanaan Apel Pagi dan Apel Gabungan secara secara Hybrid berupa Tatap Muka (Luring) dan Virtual (Daring), yakni eluruh rangkaian kegiatan apel dipandu oleh Pembawa Acara/MC. Susunan rangkaian kegiatan Apel secara Tatap Muka (Luring) tercantum dalam lampiran Surat Edaran ini. Untuk memelihara dan meningkatkan Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, diwajibkan mendengarkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Membacakan Teks Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945 serta Pembacaan Visi Misi Kukar Idaman pada pelaksanaan Apel.

Kemudian, pembacaan Teks Pancasila dan Arahan Apel Pagi disampaikan oleh Pembina Apel (Kepala Perangkat Daerah/Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Pejabat Administrator/Eselon III yang ditunjuk). Petugas Pembaca Teks Pembukaan UUD Negara RI Tahun 1945, Pembaca Visi Misi Kukar Idaman dan Petugas Pembaca Doa dibacakan oleh Pejabat Pengawas/Eselon IV atau Petugas yang ditunjuk secara Tatap Muka (Luring) di halaman kantor masing-masing dengan dipandu oleh Pembawa Acara/MC Apel (dijadwalkan secara bergiliran).

Sekretaris Perangkat Daerah melalui Pejabat yang membidangi urusan umum/kepegawaian bertanggungjawab untuk memastikan kesiapan perangkat apel pagi, kelengkapan apel pagi (naskah/teks yang akan dibacakan) dan menjadwalkan petugas Apel terdiri dari Pembina Apel, Petugas Pembaca UUD Negara RI 1945, Petugas Pembaca Visi Misi Kukar Idaman, Pembaca Doa dan Pembawa Acara/MC serta Peserta Apel secara Tatap Muka (Luring) dan Virtual (Daring).

"Pelaksanaan Surat Edaran ini merubah surat edaran sebelumnya dan berlaku sejak tanggal 1 November 2021 serta akan dievaluasi sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian berdasarkan hasil evaluasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top