• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara, Tajuddin Noor)

TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara, Tajuddin Noor mengatakan, potensi tanaman Biofarmaka di Kukar cukup menjanjikan, tanaman kategori obat-obatan ini bahkan menghasilkan setiap tahun mencapai 100 ribu kilogram.

Dengan potensi yang menjanjikan ini, perusahaan jamu ternama di Indonesia PT Bintang Toejoe dan PT Martha Tilaar, meilirik dan siap bekerja sama dengan pelaku Biofarmaka di Kukar

"Bintang Toejoe dan Martha Tilaar siap menggandeng para pelaku biofarmaka di Kukar dengan pola Kemitraan," ungkapnya.

Tajuddin Noor mengatakan, saat ini pelaku biofarmaka di Kukar Kita berikan pelatihan, kemarin ada dua kali pelatihan, yakni di Desa Jonggon Jaya dan Margahayu bersama komunitas pelaku biofarmaka tersebut.

"Artinya tanaman biofarmaka atau obat-obatan ini hasilnya bisa kita export, salah satunya Bintang Toejoe dan Martha Tilaar siap bekerjasama dengan kita, " tuturnya.

Plt Kepala Disperindag Kukar berharap, dengan adanya pelatihan tersebut dan nantinya ada kerjasama dari dua perusahaan tersebut, para pelaku usaha ini akan mendapat nilai tambah.

Kedepan rencananya Badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) dan Kementrian Koperasi dan UKM kita bersinergi membangun rumah produksi bersama di Kukar.

"Kami diminta menyiapkan lahan seluas kurang lebih 5.000 hektare untuk pembangunan rumah produksi bersama ini, disini rencananya juga akan ada pelatihan produksi olahan dan lainnya," terangnya.

Tajuddin Noor menambahkan, pengembangan tanaman biofarmaka di Kukar ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wabup Kukar, Edi Damansyah dan Rendi Solihin yakni penguatan perekonomian masyarakat berbasis pertanian. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top