• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengatakan, saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di seluruh wilayah Kukar bisa dilaksanakan tetapi harus disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Meskipun pelaksanaan PTM sudah siap dilaksanakan di 18 Kecamatan, namun Edi Damansyah mengaku, teman-teman dilapangan menunggu administrasi terlebih dahulu, seperti administrasi dari Satgas penanganan covid-19 disetiap Kecamatan yang dikoordinir Camat bersama Kepala Puskesmas, Danramil dan Kapolsek.

"Kadang-kadang proses administrasi terlambat karena asesmennya lambat, maka setiap kali saya melakukan kunjungan ke Kecamatan saya sampaikan nanti proses administrasi menyusul, yang penting Kepala Sekolah dan jajaran pertama harus diawali dulu musyawarah dengan Komite Sekolah dan para orang tua murid untuk persetujuan dilaksanakannya PTM," ungkapnya.

Bupati Kukar mengaku, untuk tekhnis operasionalnya sudah saya arahkan disesuaikan dengan kondisi Sekolah masing-masing, karena pedoman secara nasional barometernya lebih besar kepada pulau Jawa yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi, sehingga tekhnisnya juga banyak.

"Tapi kalau kondisi Kukar itu kita sesuaikan," tuturnya.

Ia menambahkan, beberapa minggu lalu saya ke zona hulu, disana kondisi Covid-19 yang melandai kemudian mobilitasnya kecil, dan kesediaan ruang belajar dengan jumlah murid rasionya melebihi ketersediaannya.

"Dan saya arahkan untuk di daerah hulu laksanakan saja Sekolah dengan normal, artinya dengan kondisi normal pun ruang belajarnya cukup dan sesuai jarak dalam penerapan protokol kesehatan," tuturnya.

Sedangkan untuk wilayah lainnya lanjutnya, seperti Tenggarong dan sekitarnya, pelaksanaan PTM terbatas harus dilaksanakan dengan hasil persetujuan Musyawarah pihak Sekolah, Komite Sekolah dan orang tua murid, kemudian tetap harus menerapkan protokol kesehatan. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top