• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Kelurahan Panji Kecamatan Tenggarong.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com)- Pembangunan fisik berupa infastruktur jalan menjadi prioritas yang direalisasikan tahun 2021 di dua Kelurahan di Kecamatan Tenggarong, yakni Kelurahan Panji dan Kelurahan Sukarame.
Lurah Panji Nina Martini menyebut, tahun 2021 ini terakomodirr 5 usulan pembangunan yang direalisasikan.

"Sebenarnya ada sembilan program pembangunan di tahun anggaran 2021. Dari sembilan program tersebut hanya lima program yang bisa terealisasi yaitu peningkatan badan jalan Gang Aris Jalan Tenis lapangan RT 14 , peningkatan gang ulin RT 08, peningkatan jalan gang kubur RT 19, semenisasi gang 1 RT 1, dan perlengkapan Hadrah kelompok habsy ibu-ibu RT 6," kata Nina Martini Lurah Panji kepada media diruang kerjanya Selasa (26/10/2021).

Untuk peningkatan jalan gang kubur RT 19 baru 40 persen teralisasi sedangkan yang lain sudah 100 persen selesai. Kegiatan tersebut menggunakan APBD murni di tahun 2021 ini.

Saat ini program-program dari usulan masyarakat banyak yang tidak terlaksana karena anggaran ADK dialihkan ke program pembangunan infrastruktur jalan.

"Harapannya kalau bisa anggaran untuk kelurahan ditambah, sehingga kegiatan kita dan kegiatan masyarakat bisa kita laksanakan serta tercover dengan baik," ujarnya.

Sementara itu Lurah Sukarame Abdul Khair mengatakan, bahwa ADK menurut Peraturan Menteri No. 30 tahun 2014 diutamakan infrastruktur kemudian sumber daya manusia.

"Untuk program pembangunan di Kelurahan Sukarame yang menjadi prioritas ada sembilan yaitu normalisasi dan peningkatan drainase gang 7 RT 6, pembangunan jembatan jalan serindit RT 7, peningkatan jalan benia RT 7, peningkatan jalan gang 3 RT 3, peningkatan jalan gang 4 RT 4, peningkatan jalan merak RT 8, perbaikan tembok mahakam RT 4," paparnnya.

Dari sembilan program pembangunan tahun 2021 baru tujuh yang terealisasi, karena anggarannya belum mencukupi sehingga dialihkan ke APBD perubahan.
Kata Abdul Khair untuk anggaran pembangunan di tahun 2022 sudah ada, hasil Musrenbang, yang kebanyakan adalah pembangunan fisik.

Pada 2019 ADK teranggarkan Rp. 1,3 miliar dan untuk tahun 2021 turun menjadi Rp. 700 jutaan. Penurunan ini berpengaruh terhadap realisasi dari pelaksanaan pembangunan ditingkat kelurahan. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top