• Rabu, 06 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



Wakil Bupati Rendi Solihin saat meninjau pembangunan Irigasi di Desa Loa Raya.


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Wakil Bupati Kutai Kartanegara H Rendi Solihin meninjau langsung pembangunan Irigasi yang ada di Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang Kamis (21/20/2021) pagi.

Dalam peninjauan Irigasi tersebut turut mendampingi perwakilan Dinas PU dan Kepala Desa Loa Raya Iwansyah.

Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin mengatakan, bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat langsung sejauh mana pelaksanaan pembangunan Irigasi di Desa Loa Raya. Irigasi merupakan sebagai penunjang untuk kemajuan pertanian dalam arti luas, yang menjadi prioritas utama Kukar idaman, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, terutama dalam sektor pertaniannya.

"Nah ini bagian dari pengawasan bahkan kami melihat dan memantau dari dokumen maupun proses administrasi yang ada di inspektorat, bahwa perkembangan pembangunan irigasi khususnya di Desa Loa Raya ini baru 20 persen dan itu ada deviasi mines 6 persen," kata Rendi ke pada media ini disela sela peninjauan Irigasi di Desa Loa Raya itu.

Kegiatan pembangunan irigasi tersebut sudah berjalan dari awal Agustus 2021 sampai hari ini, dan pengerjaannya akan berakhir pada awal atau pertengahan Desember 2021, jadi masih ada waktu satu bulan setengah yang harus dituntaskan 80 persen.

"Jujur kalau kami melihat sebagai orang awam pesimis dengan satu setengah bulan pengerjaan baru 20 persen dan masih satu setengah bulan selesainya masih ada 80 persen yang harus diselesaikan, bagaimana mungkin bisa diselesaikan," ujarnya.

Tambah Ia, kegiatan hari ini untuk memberi penekanan langsung kepada kontraktor, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun pengawas yang ada dilapangan untuk meningkatkan progres. "Kami juga didampingi teman-teman inspektorat untuk betul-betul membantu memantau serta mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan pada periode ini."katanya.

Sebut Rendi, penekanan nya adalah, jangan sampai ada bangunan-bangunan mangkrak atau kegiatan yang mangkrak, yang seharusnya tahun depan sudah bisa melanjutkan kegiatan lainnya, dan tidak stagnan dengan kegiatan-kegiatan itu saja

"Jika ada kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan kontrak, kemarin sudah saya tekankan berkali-kali disetiap kunjungan kami dalam rangkaian pengawasan setelah kontraktor tidak mengikuti termin dengan baik dan akhirnya putus kontrak,endingnya adalah blacklist perusahaan tersebut, setelah itu semua dilalui ada penambahan waktu 50 hari dan ternyata tidak selesai maka perusahaan akan kami blacklist," terang Rendi.

Pembangunan Irigasi tersebut sepanjang 2 kilometer terdiri dari sekunder dan primer, artinya yang utama primernya dengan lebar 2 sampai 3 meter kalau sekundernya satu meteran. Dengan sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 5,9 miliar.

Sementara itu Kepala Desa Loa Raya Iwansyah mengatakan, dengan adanya penijauan pembangunan irigasi ini lebih bagus, artinya agar pembangunan irigasi ini tidak mangkrak. Kalau irigasi ini mangkrak susah juga nanti para petani.

"Kita saling bersinergi, berkolaborasi dengan Dinas PU, konsultan, pengawasan lapangan dan pekerja. Mudah-mudahan target yang sudah di secedulkan bisa tercapai. Sekarang kan cuaca sangat fatal, pada saat hujan pasti semua berhenti baik pekerja maupun material. Mudah-mudahan kita berdoa disisa-sisa hari dan bulan ini bisa maksimal." tutup Iwansyah. (*dri/adv)

Pasang Iklan
Top