• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekda Kukar Sunggono saat menjadi pembicara dalam Kegiatan Rembuk Stunting Kukar berlangsung di aula RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Program Konvergensi Percepatan, Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kutai Kartanegara saat ini menunjukkan trend yang positif dan signifikan, hal ini bisa dilihat sejak tahun 2016 sudah ada penurunan kasus stunting di Kukar, dari 36 persen kini turun menjadi 16,8 persen.

Hal ini diungkapkan Sekda Kukar Sunggono yang juga Ketua Tim Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) Kukar, saat menghadiri kegiatan Rembuk Stunting, di aula RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Selasa (19/10/2021) kemarin.

Kegiatan tersebut juga dihadiri secara virtual Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi, dan dihadiri Kepala OPD terkait serta Kades melalui virtual.

"Ada penurunan kasus stunting di Kukar secara signifikan ketika stunting ini ditangani oleh tim KP2S Kukar," ungkap Sunggono.

Ia mengatakan, pihaknya optimis kedepan kasus stunting di Kukar akan menurun dari jumlah yang sekarang 16,8 persen, meskipun kami banyak keterbatasan tahun ini khususnya karena situasi pandemi COVID-19 ini.

"Maka upaya-upaya yang kita lakukan di tahun 2020 lalu semuanya dapat kita adopsi dilaksanakan tahun ini," tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya tetap optimis kasus stunting di Kukar kedepan menurun, karena diantara yang sudah kami lakukan sudah menyasar ke Desa-desa lokus yang menjadi target penanganan stunting di tahun 2021.

"Sebenarnya target secara nasional untuk Kukar sampai diakhir tahun 2024 harusnya tinggal 14 persen, dan kita harapkan di tahun depan kasus stunting di Kukar bisa turun sampai 15 persen, sehingga target di tahun 2024 bisa tercapai bahkan bisa melebihi dari target yang dicanangkan secara nasional," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top