• Sabtu, 15 Agustus 2020
logo
Pasang Iklan

Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Bukit Biru Tenggarong memakan korban. Kamis (9/7) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, salah satu karyawan PDAM Tirta Mahakam yang kesehariannya bertugas di IPA 2 Bukit Biru Hudfi Duko (44) meninggal dunia, setelah sebelumnya masuk ke bak penampungan air (resevoar) IPA PDAM, dan tak bisa terselamatkan oleh rekan kerjanya.


Kejadian bermula, saat dua rekan korban yakni Lalu Arifin dan Kasi Produksi IPA PDAM Bukit Biru Asma SE, membersihkan rumput tak jauh dari lokasi bak penampungan air IPA PDAM, lalu datang korban (Hudfi Duko) membawa pipa setengah inc, menuju bak penampungan air, dan memasukan pipa yang dibawanya ke dalam bak tersebut.


Kemudian korban masuk ke dalam air penampuangan itu yang berkapasitas 200 liter/detik. Sesaat sebelum masuk ke bak penampungan, dua rekan menegur korban bahkan berteriak kencang agar korban tak masuk ke dalam bak penampungan tersebut. Namun teriakan rekan kerjanya itu tak diindahkan.


"Saya sempat berteriak kencang kepada Duko (korban) supaya jangan masuk ke dalam bak itu, karena berbahaya. Tapi teriakan saya tak didengarkannya,korban langsung masuk begitu saja. Tak begitu lama saya mendengar suara teriakan dari korban minta tolong," kata Asma.


Mendengar teriakan minta tolong dari korban, Asma dan rekannya Lalu Arifin langsung mematikan/menutup get valp 12 inc bak penampungan air, namun tubuh korban sudah masuk setengahnya di pipa 12 inc untuk pendistrusian air ke pelanggan.


"Get valp 12 inc kita tutup, tetapi air meninggi dan menenggelamkan korban, sehingga korban tak bisa bernafas. Kami kemudian melakukan pertolongan ke korban dengan menarik tubuhnya dari pipa 12 inc tersebut, namun tidak bisa." Ungkap Asma.


Rekan korban Lalu Arifin lantas meminta bantuan warga sekitar dan menelpon petugas PMK untuk menyedor air yang meninggi di bak penampungan air tersebut.


"Sekitar satu jam, air bisa dikuras dan korban bisa ditarik dari pipa itu. Namun kondisinya sudah tak bernyawa," kata Asma.


Selanjutnya korban dibawa ke RSU Parikesit untuk dilakukan outopsi, oleh pihak berwajib. Setelah usai dilakukan outopsi, korban dibawa kerumah duka dikawasan Jalan Gunung Belah, dan kemudian dikebumikan di pemakaman Kelambu Kuning Tenggarong.


Hudfi Duko sendiri merupakan karyawan PDAM yang sudah bekerja selama 12 tahun. Sebelum ditugaskan di IPA 2 Bukit Biru, korban sempat ditugaskan di Bagian Humas PDAM Tirta Mahakam, kemudian dipindah ke bagian Pengolahan Air Stadion Tenggarong Seberang.


"Sejak awal Januari 2015 lalu, korban dipindah ke IPA Bukit Biru," terang Alfianor, Kasubag Humas PDAM Kukar.


Sosok Hudfi Duko dimata rekan rekannya, merupakan pekerja yang ulet, pekerja keras dan disiplin. Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.


"Kalau bekerja orangnya itu disiplin dan teliti. Saya sendiri kaget mendengar korban meninggal dunia dengan seperti itu.” Kata Alfianor.
Manajemen PDAM Tirta Mahakam turut berbelangsungkawa atas meninggalnya salah satu karyawannya itu.”Semoga Almarhum diterima disisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujarnya.


Kapolres Kukar AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim AKP Ida Bagus menegaskan, bahwa peristiwa meninggalnya salah satu karyawan PDAM Tirta Mahakam di IPA 2 Bukit Biru, murni human eror.


"Murni kelalaian kerja, sehingga korban meninggal dunia," tandasnya. (boy)

Pasang Iklan Disini
Top