• Minggu, 03 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Menyikapi terjadinya musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tengerang pada Rabu (8/9/2021) kemarin yang menewaskan 41 orang warga binaan. Jajaran Satops Patnal Lapas Tenggarong mengambil langkah cepat dengan melakukan pengecekan instalasi listrik pada area blok dan gedung kantor.

Kasat Ops Patnal Lapas Tenggarong Ade Hari Setiawan menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan respon atas musibah kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang.

"Sebelumnya kami juga telah melaksanakan perbaikan jalur instalasi listrik seluruh blok dan kamar hunian pada bulan Agustus (2021), dan kegiatan kontrol ini juga bertujuan apakah terjadi kerusakan pada jalur instalasi," ujarnya

Hasil dari kegiatan tersebut tidak ditemukan kerusakan pada jalur instalasi listrik di blok maupun di dalam kamar hunian.

Sementara itu, Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto mengatakan, dengan jumlah hunian yang over crowded serta kondisi bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuni saat ini, dirinya tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga binaan termasuk dalam rangka menciptakan kamar hunian yang layak semaksimal mungkin.

"Menyikapi atas musibah yang terjadi di Lapas Tangerang, saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sebanyak 41 orang warga binaan dan mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan simulasi penanganan bencana alam yakni pengambilan kunci induk serta pembukaan kamar hunian.

"Simulasi ini dilakukan guna mengetahui seberapa lama proses tersebut dilakukan sehingga dapat diketahui estimasi waktu perkiraan, dari hasil simulasi didapat waktu sekitar 3 menit," ujar Halif, Kasi Kamtib Lapas Tenggarong.

Ia menambahkan, kegiatan kontrol dan simulasi ini akan dilakukan secara berkala dan feedbacknya dapat menjadi SOP secara internal tanpa mengurangi esensi dari SOP penanggulangan bencana yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (One)

Pasang Iklan
Top