• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Komisi II DPRD Kukar)

TENGGARONG.(KutaiRaya.com) DPRD Kukar mendukung program Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, terkait dengan pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas pada 2022, baik itu pertanian, peternakan, perkebunan, hortikultura dan lainnya.

Ketua Komisi II DPRD Kukar Hamdan menyampaikan, selama program tersebut positif dan bisa mensejahterakan para petani, tentunya DPRD Kukar sangat mendukung.

"Karena target kita kedepan ialah ketahanan pangan, maka dari itu program pertanian dalam arti luas juga harus didukung," kata Hamdan Ketua Komisi II DPRD Kukar kepada media diruang Komisi II, usai pertemuan dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Selasa (7/9/2021).

Untuk kemajuan pertanian dalam arti luas, maka sarana prasana harus didukung, seperti bantuan alsintan, bantuan benih, maupun pupuk, jangan sampai ketika petani membutuhkan bantuan pupuk, namun belum juga disalurkan, ketika sudah panen bantuan tersebut baru disalurkan.

Menurutnya, apabila bantuan tersebut disalurkan tepat pada waktunya dan tepat sasaran, para petani Kukar merasa mendapatkan perhatian dari Dinas terkait.

"Dan dari pihak Dinas jika menyalurkan bantuan harus dianalisa, apa yang menjadi kebutuhan petani, agar produksinya bisa kontinue," jelasnya.

Tambah dia, sehingga penggunaan APBD Kukar bisa efisien, efektif, apa yang menjadi skala prioritas itu yang disalurkan, jangan yang bukan prioritas didahulukan.

Sementara itu Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Sya'rani, menyatakan bahwa program Distanak Kukar yaitu ke arah kepada Visi Misi Bupati, terutama infrastruktur, kemudian mekanisasi tadi termasuk badan bantuan saprodi.

Selain itu, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) ada pengembangan jenis palawija itu termasuk hortikultura, ada cabe, bawang merah, tetap menjadi pilihan komoditi yang mempengaruhi tingkat inflasi dengan arahan dari kementrian. khusus palawija, padi , jagung, kedelai belum berkembang di Kutai Kartanegara.

"Sedangkan untuk jahe sudah berkembang sekarang untuk Kutai Kartanegara, kurang lebih sekitar 200 hektaran, walaupun di lokasinya terpisah-pisah yang hampir satu kawasan daerah Jonggon, itu sudah sudah berjalan dari berapa tahun lalu," katanya.

Sesuai RPJMD di Distanak Kukar untuk tahun 2021-2026 yaitu pembangunan jalan usaha tani sekitar 120 km, 100 tanaman pangan holtikultura (PPH) dan 20 perkebunan. (*dri/Adv)

Pasang Iklan
Top