• Sabtu, 04 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Bupati Kukar Edi Damansyah saat acara program budidaya dan kerjasama pembelian Jagung Pipil Kering yang berlangsung di ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menandatangani kerjasama dengan PT. Indoditas Duta Raya, PT. Restu Agropro Jayamas, PT. Pupuk Kalimantan Timur, PT. Petrokimia Kayaku, PT. Asuransi Central Asia dan Bankaltimtara Cabang Tenggarong, Tentang Program Budidaya dan Kerjasama Pembelian Jagung Pipil Kering Di Kabupaten Kutai Kartanegara secara langsung dan virtual, bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (17/8/2021).

Dalam kesempatan ini, Bupati Kukar Edi Damansyah mengaku, kenapa kita mulai dari kerjasama jagung hibrida atau jagung pipil ini, karena selalu saya sampaikan sejak dua tahun lalu perlakuan jagung hibrida di Kukar tidak spesifik, kalau bahasa di Kutai jika bibit jagung ini di hambur maka akan tumbuh mengingat tanah kita subur dan pasarnya juga jelas.

"Saya dua tahun lalu sudah canangkan program revolusi jagung di Kukar, dalam perjalanan dua tahun ini dari catatan saya kita belum menembus 3000 hektar tanam, walaupun lokasinya ada di beberapa Kecamatan yang dikelola para kelompok tani yang menjadi binaan kita," ujarnya.

Ia mengatakan, Revolusi jagung memang kita tetapkan dalam kebijakan, tidak lain maksudnya adalah berkaitan peningkatan pendapatan para petani masyarakat Kukar, juga bagian dari program pengentasan kemiskinan dan juga program lapangan pekerjaan, karena 34 persen mata pencaharian penduduk Kukar di sektor pertanian dalam arti luas, dan sektor ini potensinya sangat besar di Kukar.

"Apa yang sudah dilakukan Pemkab Kukar dan jajaran kita sudah bekerja luar biasa, kebijakan telah ditetapkan bagaimana perhatian Pemkab Kukar terhadap sektor pertanian dalam arti luas tentunya sudah memberikan hasil, lebih kurang 42 persen kebutuhan beras di Kaltim dari Kukar, dan kita berhasil membangun bagaimana kelembagaan kelompok taninya dan anggotanya," tuturnya.

"Alhamdulillah kita bekerja sama dengan beberapa stakeholder yang sudah lengkap, seperti persoalan pupuk yang terkendala kedepan sudah ada PT Pupuk Kaltim yang bekerjasama dengan kita, mereka juga membantu uji-uji lab terhadap lahan-lahan yang kita kerjakan dalam projek ini, saya optimis dengan kerjasama ini yang sistematis, terstruktur dan terukur ini harus dilakukan dengan baik," harapnya.

Ia menambahkan, ada 6 peran Pemkab Kukar yang kami sepakat dalam MOU ini, pertama Pemkab Kukar menyediakan calon petani dan calon lokasi yang berada di wilayah Kukar secara terprogram, kedua Pemkab Kukar memberikan stimulus sarana produksi pertanian berupa bibit unggul jagung hibrida, pupuk dan pestisida kepada petani sesuai kebutuhan program ini, ketiga memastikan calon petani dan calon lokasi penerima stimulus valid dan memenuhi seluruh persyaratan penerima bantuan dari Pemkab Kukar

"Selanjutnya pemberian stimulus bantuan semprotan dalam program ini hanya satu kali , jangan sampai ada pihak yang mengkritik karena program ini kita ingin menunjukkan pemerintah hadir tetapi kita juga mampu memberikan pendampingan untuk kemandirian, terakhir peran Pemkab Kukar memfasilitasi kegiatan pendukung yang relevan dengan program ini demi kesempurnaan dan kelancaran juga peningkatan kualitas kelembagaan serta SDM para petani, serta melibatkan Bumdes agar pemerintahan desa juga terlibat," paparnya.

Kemudian lanjutnya, ada dua OPD Pemkab Kukar yang menjadi penentu keberhasilan program kerjasama ini, yakni Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar bertanggung jawab dalam program ini bisa berjalan dan berhasil sesuai dengan fungsi tugas yang sudah kami sepakati, kemudian Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kukar karena ada keterlibatan Bumdes. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top