• Sabtu, 04 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) -Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim menyebabkan ruang perawatan di beberapa rumah sakit di Kaltim hampir penuh dan tenaga medis kewalahan.

Bahkan di beberapa rumah sakit over load pasien hingga memanfaatkan lorong sebagai ruang perawatan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur dan Pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat mengantisipasi hal tersebut.

"Saya pikir permasalahan ini harus segera mengambil langkah cepat mengantisipasi hal tersebut, dan saya lihat untuk Pemkab Kukar sudah melakukannya dengan menyiapkan Gedung PKM menjadi rumah sakit lapangan, jika kondisi pasien di RSUD AM Parikesit penuh bisa dialihkan ke PKM, dan tentu ini sangat kita apresiasi," ujarnya.

Selain itu, politikus Golkar ini juga mengingatkan agar pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk segera melakukan proses pengetatan jalur keluar masuk Kaltim, guna menghindari penularan yang lebih banyak lagi.

"Saya juga lihat beberapa kabupaten/kota di Kaltim telah mengambil langkah cepat untuk
mengeluarkan kebijakan pengetatan. Salah satu diantaranya Kabupaten Kutai Timur. Serta upaya lain untuk melakukan pemeriksaan PCR mobile," tuturnya.

Ia menambahkan, hal ini juga bagian dari upaya kita, bagaimanapun untuk menekan positif rate. Di Kukar sendiri, sudah melakukan PCR Mobile di beberapa tempat kerumuman. Karena bagaimanapun kasus yang ada di Jawa dan sekitarnya bisa saja terjadi di Kaltim.

"Dan Kaltim akhir-akhir ini terjadi kenaikan angka positif tinggi dan ini jadi warning bagi Pemprov Kaltim dan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan COVID-19," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top