• Sabtu, 04 Desember 2021
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin,S.Sos,S.Fil)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Masyarakat Kota Balikpapan, khususnya di Kecamatan Balikpapan Tengah (Balteng) sangat membutuhkan adanya pembangunan sekolah terpadu untuk SMP dan SMA/SMK. Lantaran di wilayah Balteng sangat minim sekolah.

Salah satu anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah kemudian mengusulkan, agar lahan eks Puskib dapat dialihfungsikan menjadi sekolah terpadu sehingga dapat mengakomodir anak didik khususnya Kecamatan Balikpapan Tengah yang memang kekurangan lokasi sekolah terutama SMA sederajat.

Ia menilai kurangnya bangunan sekolah di kawasan Balikpapan Tengah bisa menjadi pertimbangan untuk menciptakan sekolah baru di kawasan eks Puskib itu. Apalagi dengan sistem Zonasi banyak anak didik kawasan tersebut kesulitan dan akhirnya bersekolah jauh dari rumahnya.

Menanggapi hal ini Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin S.Sos, S.Fil, mendukung jika lahan eks Puskib yang notabene lahan milik Pemprov Kaltim dibangun sekolah terpadu.

"Apalagi permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balikpapan hampir setiap tahun terjadi, yaitu saat memulai tahun ajaran baru sekolah SD, SMP, maupun SMA/SMK. Akibat minimnya jumlah sekolah di Balikpapan, dibandingkan dengan jumlah anak ingin bersekolah. Dan wilayah Kecamatan Balikpapan Tengah sangat minim sekolah," ungkap Saleh sapaan akrabnya.

Politisi Golkar ini mengatakan, jika bicara kebutuhan sekolah sebenarnya di Balikpapan memang membutuhkan sekolah, karena dalam proses PPDB setiap tahun di Balikpapan akar permasalahannya adalah ketidak cukupan daya tampung khususnya sekolah SMA/SMK sederajat.

"Saya pikir kalau lahan tersebut dibangun sekolah terpadu menjadi alternatif yang baik, disamping untuk menata kembali beberapa bangunan milik pemerintah Provinsi sekaligus bisa difungsikan sebagai upaya untuk memberikan solusi, terkait polemik siswa baru yang setiap tahun mengalami lonjakan jumlah yang cukup tinggi, sementara daya tampung sekolah negeri terbatas," tutupnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top