• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kepala LPKA Kelas II Samarinda Mudo Mulyanto)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sebanyak 20 Anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Samarinda dilatih keterampilan bersertifikat berbahan dasar kayu yakni Seni Ukir, Seni Terapan dan Tekhnik Finishing.

Menurut Kasubsi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan LPKA Kelas II Samarinda Rahmnsyah, kegiatan keterampilan bersertifikat ini diawali keterampilan seni ukir membuat souvernir dari bahan kayu seperti gantungan kunci, kemudian kita juga telah melaksanakan keterampilan seni terapan masih dengan bahan kayu membuat kerajinan seperti membuat papan nama di meja, tempat bolpoin dan tempat hp. Dan terakhir kegiatan tekhnik finishing dari hasil Seni Ukir dan Seni Terapan.

"Untuk kegiatan keterampilan ini beberapa alat yang kita gunakan yakni Scroll so, pahat ukir dan gergaji potong. Dan dari semua hasil karya dari Andikpas ini akan kita ikutkan di pameran seperti 17an," ungkap Rahmansyah kepada KutaiRaya.com, Sabtu (12/6/2021).

Ia menambahkan, kegiatan pelatihan keterampilan ini kami bekerja sama dengan Sanggar Seni Ukir Tenggarong pimpinan bapak H. Rustam Aji. Kemudian untuk 20 Andikpas yang mengikuti pelatihan keterampilan ini kita ambil dari Andikpas yang memang betul-betul ingin mengikuti pelatihan ini, dan untuk sisa Andikpas yang ada kita ikutkan pada kegiatan keterampilan selanjutnya.

"Total ada 6 kegiatan keterampilan bersertifikat yang kita laksanakan tahun ini, dan setiap kegiatan keterampilan kita laksanakan selama 12 hari, dan rencananya mulai pekan depan kita melanjutkan tiga lagi kegiatan keterampilan bersertifikat, dimulai keterampilan sablon digital printing, kemudian keterampilan las dan terakhir keterampilan perikanan," terangnya.

Sementara itu Kepala LPKA Kelas II Samarinda Mudo Mulyanto mengatakan, kegiatan keterampilan untuk Andikpas ini telah kita laksanakan sejak 2020 hingga saat ini, dan kita juga telah bekerjasama dengan lembaga atau institusi yang memiliki sertifikasi dan kredibel, karena pada saat selesai melaksanakan pelatihan keterampilan para Andikpas ini akan mendapatkan sertifikat keterampilan.

"Paling utama memang pemenuhan pendidikan untuk para Andikpas di LPKA ini, namun kita juga bekali dengan keterampilan, tujuannya agar para Andikpas mempunyai kemampuan, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang dapat diandalkan sebagai bekal setelah mereka keluar nanti," pungkasnya. (One)

Pasang Iklan
Top