• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto saat memantau pelaksanaan Screening TB-HIV.Foto: Humas Lapas)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sebagai langkah proteksi dan pemenuhan layanan kesehatan bagi warga binaan, mengingat resiko jika terdapat warga binaan yang terjangkit penyakit menular khususnya TB-HIV.

Untuk itu Tim screening TB-HIV Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara yang diketuai Rahmatsyah melakukan screening terhadap 400 warga binaan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular di dalam Lapas khusus TB-HIV, berlangsung di aula Lapas Tenggarong, Kamis (10/6/2021).

Kegiatan ini pernah dilakukan pada tahun sebelumnya dengan sampel sebanyaknya 1.300 warga binaan.

dr. Wildan yang bertugas sebagai dokter muda ahli di poliklinik Lapas Tenggarong menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kukar terhadap warga binaan kami bertujuan sebagai proteksi dini sekaligus sebagai bentuk pemenuhan layanan kesehatan bagi warga binaan, mengingat resiko jika terdapat warga binaan yang terjangkit penyakit menular seperti TB-HIV.

"Kegiatan ini pada tahun 2021 direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 2 kali dengan target seluruh warga binaan dan metode screening yang dilakukan menggunakan metode rapid atau tes cepat," ungkapnya.

Ia menambahkan, dari hasil tes yang dilakukan jika nantinya terdapat warga binaan yang dinyatakan positif HIV, maka akan langsung dibawa ke klinik VCT yang terdapat di RSUD AM. Parikesit guna mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Sementara itu, Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kukar atas kepeduliannya terhadap kesehatan warga binaan kami dan harapan kami kegiatan dapat berkelanjutan.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya yang dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan Kukar atas kepeduliannya terhadap kesehatan warga binaan kami dan berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan serta seluruh warga binaan dapat difasilitasi dalam screening ini," ucap Agus Dwirijanto.

Untuk diketahui, kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan selama 2 hari yang dimulai pada hari Kamis (10/6/2021) dengan menggunakan metode rapid test berupa pengambilan sampel darah warga binaan. (One)

Pasang Iklan
Top