• Jum'at, 01 Juli 2022
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(RDP yang difasilitasi Komisi I DPRD Kukar tanpa dihadiri PT PMM terkait permasalahan kemitraan, koperasi dan pemilik lahan plasma)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Komisi I DPRD Kukar menggelar RDP terkait permasalahan kemitraan PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) di Kecamatan Muara Kaman bersama dengan Koperasi dan masyarakat pemilik lahan plasma, berlangsung di ruang rapat Komisi I, Rabu (23/03/2021) kemarin.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi di dampingi anggota Komisi I Achmad Jaiz, dihadiri Camat Muara Kaman Surya Agus, perwakilan Asisten II Setkab Kukar, Kades, OPD terkait dan DPC Projo Kukar.

Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi mengatakan, pada 2007 terbentuk Koperasi Agro Cahaya Tabalai (ACT) kemudian pada 2010 hadir koperasi Mitra Sawit Mandiri (MSM) yang dikelola oleh PT Prima Mitrajaya Mandiri dan di dalam perjalanannya terjadi kompetisi didalamnya, sebenarnya kami tidak mengharapkan ini terjadi, tetapi karena musyawarah dibangun ditingkat Kecamatan sampai Koperasi tidak ketemu, akhirnya DPC Projo selaku kuasa Koperasi ACT bersurat ke DPRD Kukar untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Saya juga menyayangkan PT PMM tidak hadir dalam RDP ini, maka langkah selanjutnya yang kita tindak lanjuti berkaitan dengan DPC Projo meminta Koperasi MSM dibekukan, tetapi kami pemerintah daerah bersama DPRD tetap menelaah dan mengkaji apa persoalannya," ungkap Politisi PAN tersebut.

Maka lanjut anggota DPRD Kukar dari Dapil Loa Kulu dan Loa Janan ini, pihaknya akan tindak lanjuti hasil RDP ini pada Plt Asisten II yang membidangi SDA dan instansi terkait lainnya dengan langkah persuasif, agar bisa ketemu solusi terbaik, sehingga tidak semuanya diselesaikan dengan persoalan hukum, intinya kita ingin pemilik lahan disana bisa merasakan dampak plasma dengan sejahtera .

Sementara itu, Ketua DPC Projo Kukar Sigit Nugroho mengaku, RDP ini mengenai perseturuan antara koperasi ACT Agro Cahaya Tabalai dengan Mitra Sawit Mandiri, wilayah lokasi di Desa Muara Kaman Ilir berkaitan dengan plasma yang dikelola oleh PT Prima Mitrajaya Mandiri yang merupakan PMA.

"Kita ingin hak masyarakat dikembalikan, dan koperasi MSM agar dibekukan karena koperasi ini menurut kami pelaksanaan dilapangan tidak sesuai peraturan," harapnya. (One)

Pasang Iklan
Top