• Sabtu, 15 Agustus 2020
logo
Pasang Iklan

Diduga akibat asmaranya kandas ditengah jalan,seorang pemuda di Muara Kaman, DS (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (23/1) lalu.

DS yang bekerja sebagai buruh bangunan, nekat bunuh diri dengan menggantung menggunakan seutas tali derek yang biasa digunakan untuk menaikan adukan semen lantai 2, dirumah milik Juhono warga RT 25 Dusun Sidomukti Kecamatan Muara Kaman-Kukar.

Saksi pertama yang melihat korban telah tewas gantung diri adalah Setiawan, yang tak lain adalah ayah kandung korban.

Kapolres Kukar AKBP Handoko melalui Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan, mengatakan, berdasarkan keterangan yang disampaikan ayah korban, bahwa pada Jumat (22/1) malam sekitar pukul 20.30, DS keluar dari pondok kerja dengan membawa senter dan baju digantung dibahu, kemudian sambil berbicara lewat handphone menuju bangunan sarang burung yang jaraknya sekitar 15 meter dari pondok kerja mereka.

"Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita saksi melihat dibangunan sarang burung tersebut ada nyala api. Seperti biasanya korban bila malam hari selalu ke bangunan tempat bekerja dengan membawa gitar atau sekedar telpon," katanya.

Namun pada Sabtu (22/1) pagi sekitar pukul 06.30 Wita ayah korban pergi ke bangunan sarang burung dengan maksud mengambil kayu bakar. Dan alangkah terkejutnya ketika melihat korban tergantung ditali Derek yang biasanya digunakan menaikan adukan semen dilantai 2 bangunan.

Seketika itu ayah korban berteriak histeris dan meminta tolong, dengan dibantu rekan-rekennya Karyadi dan Payamodimejo jenasah korban diturunkan.

"Hasil pemeriksaan dokter tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan, korban meninggal bunuh diri dengan cira lidah menjulur, keluar air mani dan lubang anus terbuka. Motif sementara, korban bunuh diri karena diputus pacarnya," katanya. (boy)

Pasang Iklan Disini
Top